BERITA TERKINI
Memasuki Hari ke-50, Blokade Internet di Iran Pangkas Konektivitas hingga 2% dan Picu Kerugian Ekonomi

Memasuki Hari ke-50, Blokade Internet di Iran Pangkas Konektivitas hingga 2% dan Picu Kerugian Ekonomi

Blokade digital di Iran dilaporkan masih berlangsung hingga hari ke-50, membuat sebagian besar warga tetap terputus dari internet global. Lembaga pemantau internet Netblocks mencatat konektivitas negara itu berada pada tingkat kritis, hanya sekitar 2% dari volume normal.

Dengan durasi tersebut, warga Iran disebut telah menjalani lebih dari 1.176 jam tanpa konektivitas penuh. Dalam situasi ini, hampir seluruh populasi disebut hanya dapat mengakses Jaringan Informasi Nasional (JIN), intranet Iran. Sementara itu, hanya individu yang masuk daftar putih terkait pemerintah yang masih dapat mengakses layanan di luar “tembok” digital nasional.

Meski demikian, laporan juga menyebut sebagian pengguna sempat dapat mengakses halaman pencarian utama Google dan beberapa layanannya. Namun, akses tersebut tidak mengubah gambaran umum bahwa konektivitas tetap sangat terbatas.

Pemerintah Iran membenarkan pembatasan ini sebagai langkah keamanan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut kebijakan tersebut terkait keamanan nasional untuk “melindungi rakyat.” Netblocks memperkirakan dampak ekonomi dari pemadaman berkepanjangan ini mencapai hampir 1,8 miliar dolar AS, di luar dampak sosial yang ditimbulkan oleh sensor.

Prospek pemulihan akses internet secara luas juga dinilai belum terlihat dalam waktu dekat. Pada 17 April, anggota Komisi Sosial Parlemen Iran, Fazlollah Ranjbar, menyatakan bahwa “mungkin tidak bijaksana bagi internet untuk dapat diakses dalam kondisi seperti ini,” karena berpotensi menjadi platform bagi munculnya persoalan lain.

Di tengah pembatasan, warga yang mencari alternatif koneksi menghadapi biaya tinggi dan risiko hukum. Penggunaan layanan satelit seperti Starlink—yang dapat dikenai hukuman oleh rezim—dilaporkan kian sulit, dengan harga perangkat di pasar gelap melonjak hingga lebih dari 5.000 dolar AS. Sementara itu, layanan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk menghindari pemblokiran juga menjadi mahal, dengan biaya yang disebut mencapai 16 dolar AS per gigabyte untuk akses tanpa filter.