Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan aplikasi NEOSENTIA (Real Time Maternal Risk Detection and Prevention through Multilingual AI Guardian Driven System), sebuah platform pendamping ibu hamil berbasis artificial intelligence (AI) yang terhubung dengan tenaga kesehatan dan menggunakan pendekatan data ilmiah.
Ketua tim, Vera Miftakul Rahma Kamal, mahasiswa Program Studi Kedokteran UMM, menjelaskan NEOSENTIA merupakan sistem deteksi risiko maternal berbasis AI yang bersifat non-invasif. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pemantauan mandiri selama masa kehamilan secara proaktif.
Menurut Rahma, platform tersebut mengintegrasikan data dari perangkat wearable, laporan gejala yang diinput pengguna, serta rekam medis elektronik. Integrasi itu memungkinkan analisis risiko dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan mekanisme tersebut, potensi komplikasi kehamilan diharapkan dapat terdeteksi lebih dini sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi secara tepat waktu. NEOSENTIA juga mengusung desain multibahasa untuk memperluas akses penggunaan di berbagai wilayah dan latar belakang pengguna.
Selain itu, sistem berbasis website memungkinkan tenaga medis memantau kondisi pasien secara terintegrasi dan real time. Inovasi ini dinilai relevan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menekan risiko komplikasi kehamilan melalui pendekatan teknologi preventif.
NEOSENTIA meraih medali perak kategori kesehatan pada ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi yang digelar oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM pada 14–15 Februari 2026 tersebut menjadi wadah kolaborasi riset dan inovasi kewirausahaan mahasiswa dari berbagai negara.
Rahma menyebut, ISC melalui proses seleksi berlapis, mulai dari seleksi abstrak, pengiriman paper lengkap, hingga presentasi final secara langsung di hadapan dewan juri. Pada kompetisi itu, sebanyak 100 tim finalis dari delapan negara melaju ke babak akhir, yakni Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand.
Tim UMM terdiri atas empat mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Vera Miftakul Rahma Kamali (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), serta Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi). Kolaborasi multidisipliner tersebut disebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kuat secara konsep ilmiah, tetapi juga matang dari sisi komunikasi, implementasi, hingga keberlanjutan.
Rahma menilai pengalaman tampil di forum internasional memberi pembelajaran mengenai makna kompetisi. Ia menyebut kompetisi bukan semata soal kemenangan, melainkan keberanian keluar dari zona nyaman, bertukar perspektif dengan mahasiswa dari berbagai negara, dan terus berkembang.
Dosen pembimbing, Desy Andari, menilai capaian tersebut menunjukkan kesiapan mahasiswa UMM untuk bersaing secara global sekaligus mencerminkan ekosistem akademik yang mendukung lahirnya inovasi berdampak. Ia berharap NEOSENTIA dapat terus dikembangkan menuju tahap implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional.