Layanan jaringan internet di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terpantau masih stabil hingga Senin pagi, 20 April 2026. Kondisi ini berbeda dari kekhawatiran yang sempat muncul setelah beredar informasi mengenai rencana pemutusan sementara jaringan internet akibat perbaikan kabel serat optik bawah laut.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan akan ada perbaikan partial cut kabel serta optik bawah laut pada proyek 8A Palapa Ring paket tengah segmen Tahuna–Melonguane. Pengerjaan disebut berlangsung pada 16–24 April 2026, dengan rencana cut off atau pemutusan sementara selama lima hari, mulai 20 hingga 24 April 2026. Dua daerah di wilayah Nusa Utara yang disebut terdampak adalah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sitaro, Indra Purukan, menjelaskan bahwa tindak lanjut pelaksanaan perbaikan tersebut akan dibahas dalam rapat bersama yang dijadwalkan berlangsung Senin siang, 20 April 2026, pukul 13.00–14.00 Wita.
Rapat akan dilaksanakan secara daring dengan melibatkan Pemerintah Daerah Sangihe, Pemerintah Daerah Sitaro, Kementerian Komunikasi dan Digital, Bakti, PT Len Telekomunikasi Indonesia, serta Surveyor Indonesia. Agenda rapat mencakup pembahasan langkah lanjutan terkait proses perbaikan kabel bawah laut, termasuk kepastian jadwal pemutusan sementara jaringan.
“Memang informasinya akan ada cut off mulai tanggal 20 April. Tanggal 20 kan mulai pagi ini sampai sebentar pukul 23.59 Wita. Nah, waktu pastinya dimulai cut off ini belum bisa dipastikan,” ujar Purukan melalui sambungan telepon.
Ia menyebut kepastian waktu pelaksanaan cut off akan ditentukan melalui rapat siang tersebut. Kominfo Sitaro juga akan menyampaikan pembaruan informasi kepada wartawan setelah rapat selesai, termasuk terkait rencana pemutusan sementara layanan internet.
Purukan menambahkan, kapal yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan partial cut kabel serta optik bawah laut disebut baru bertolak dari Pelabuhan Bitung pada Minggu (19/4/2026). Dengan estimasi perjalanan sekitar 15 jam, ia memperkirakan kapal kemungkinan sudah tiba di titik perbaikan.
“Semoga semuanya bisa berjalan lancar sehingga perbaikan bisa selesai sesuai dengan jadwal yang direncanakan,” kata Purukan.