PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) memperoleh izin jaringan tetap tertutup berbasis satelit (Jartupsat) serta very small aperture terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin tersebut diberikan setelah PSN mengikuti rangkaian uji laik operasi (ULO) terhadap Satelit Nusantara Lima (Satelit N5) di gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Direktorat Ekosistem Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan pemerintah mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Satelit Nusantara Lima. Menurutnya, kehadiran Satelit N5 dinilai menjadi aset strategis untuk memperkuat ekosistem digital nasional dan sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang ingin mempercepat koneksi internet dengan rata-rata 100 Mbps pada 2029.
“Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional,” kata Edwin dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.
Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan kelulusan ULO merupakan salah satu fase penting sebelum Satelit N5 melayani masyarakat secara komersial. Ia menyebut Satelit N5 ditujukan untuk menjangkau wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
“Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara,” kata Adi.
Sementara itu, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, Falatehan, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis pengujian, menyampaikan seluruh rangkaian uji dilakukan secara komprehensif, transparan, dan ketat. Pelaksanaan uji mengacu pada standar dan ketentuan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
“Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal,” kata Falatehan.
Satelit N5 disebut memiliki spesifikasi very high throughput satellite (VHTS) dengan kapasitas 160 Gbps. Satelit ini dirancang untuk mendukung transformasi digital nasional, dengan jangkauan di seluruh wilayah Indonesia hingga ke negara-negara ASEAN. Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam ka-band.