Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperluas jangkauan akses internet ke wilayah-wilayah yang masih mengalami blankspot di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan operator seluler serta evaluasi titik-titik tanpa sinyal, dengan tujuan mengurangi ketimpangan digital, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis.
Komdigi menyatakan akan memfasilitasi akses internet di 19 titik blankspot yang tersebar di 12 kecamatan di Jember. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah daerah setempat menyampaikan laporan resmi terkait hambatan komunikasi di sejumlah wilayah.
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan asesmen untuk menentukan skema penanganan yang tepat. Salah satu opsi adalah pembangunan jaringan telekomunikasi oleh BAKTI, namun apabila wilayah tersebut tidak masuk kategori daerah 3T, Komdigi akan menempuh alternatif lain, termasuk mendorong operator seluler membangun jaringan di titik-titik yang dilaporkan.
"Nantinya akan kami evaluasi dan lakukan asesmen, apakah jaringan telekomunikasinya akan dibangun oleh BAKTI. Kalau tidak masuk daerah 3T maka akan dicari upaya lain, termasuk mendorong operator seluler untuk membangun jaringan komunikasi di titik-titik itu," kata Nezar saat menghadiri peluncuran Festival Egrang ke-14 di Kabupaten Jember, Sabtu (9/5).
Nezar menekankan, perluasan jaringan ini diprioritaskan untuk mendukung akses pendidikan. Ia menyebut Komdigi menerima laporan bahwa beberapa titik blankspot berada di sekitar sekolah, sehingga siswa kesulitan mengakses internet untuk kebutuhan pembelajaran.
"Kami mendapat laporan bahwa sejumlah titik blankspot itu terdapat sekolah yang mana siswa nya kesulitan mengakses internet karena tidak mendapatkan sinyal, sehingga Komdigi tidak akan membiarkan anak-anak kesulitan sinyal untuk pendidikan," ujarnya.
Menghadapi karakter wilayah Jember yang didominasi pegunungan dan hutan, Komdigi berencana memaksimalkan berbagai moda teknologi, mulai dari menara BTS hingga satelit. Menurut Nezar, cakupan 4G di Indonesia telah mencapai 97 persen di wilayah yang dihuni, namun masih ada bagian yang belum terjangkau dan memerlukan penguatan jaringan melalui kombinasi BTS, fiber optik, serta satelit.
"Komdigi akan memperbaiki kualitasnya dulu. Koneksi 4G di Indonesia sudah mencapai 97 persen di wilayah yang dihuni, namun kami juga memaksimalkan semua moda jaringan baik BTS, fiber optik, maupun satelit untuk menjangkau daerah-daerah yang masih blankspot," kata Nezar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jember Regar Jeane Dealen Nangka menyampaikan jumlah titik blankspot di Jember menurun dari 24 titik menjadi 19 titik pada tahun ini. Sejumlah desa yang masih terkendala antara lain Desa Kemuninglor, Gunungmalang, Curahnongko, dan Panduman, yang mayoritas berada di kawasan lereng gunung.
"Penyebab blankspot karena kendala geografis, berbukit dan lereng gunung. Semua titik blankspot dekat sekolah kecuali di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang," kata Regar. Ia menambahkan kontur wilayah utara dan timur yang berupa hutan dan kebun juga menjadi tantangan teknis bagi pemerataan sinyal seluler.