BERITA TERKINI
Komdigi Siap Fasilitasi Akses Internet untuk 19 Titik Blankspot di 12 Kecamatan Jember

Komdigi Siap Fasilitasi Akses Internet untuk 19 Titik Blankspot di 12 Kecamatan Jember

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan siap memfasilitasi penyediaan akses internet untuk 19 titik blankspot yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Komdigi menyebut telah menerima laporan dari Bupati Jember terkait keberadaan titik-titik tanpa sinyal tersebut.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi untuk mencatat lokasi blankspot. Setelah itu, Komdigi akan melakukan evaluasi dan asesmen untuk menentukan skema penanganan yang tepat.

Menurut Nezar, apabila wilayah blankspot tersebut masuk cakupan pembangunan jaringan oleh BAKTI, maka opsi itu akan ditempuh. Namun bila tidak termasuk daerah 3T, Komdigi akan mencari upaya lain, termasuk mendorong operator seluler membangun jaringan telekomunikasi di titik-titik tersebut.

Nezar menegaskan Komdigi mendukung agar daerah blankspot dapat terkoneksi internet, terutama untuk kebutuhan pendidikan. Ia menyebut terdapat laporan bahwa sejumlah titik blankspot berada di sekitar sekolah, sehingga siswa mengalami kesulitan mengakses internet karena tidak mendapatkan sinyal.

Komdigi, kata Nezar, akan menempuh berbagai upaya untuk membangun jaringan secara bertahap, dengan prioritas pada kebutuhan pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa koneksi 4G di Indonesia telah mencapai 97 persen di wilayah yang dihuni, namun pemerintah tetap memaksimalkan berbagai moda jaringan—mulai dari BTS, fiber optik, hingga satelit—untuk menjangkau daerah yang masih blankspot.

Selain itu, Komdigi membuka komunikasi dengan pemerintah daerah untuk membantu memecahkan persoalan blankspot. Nezar menjelaskan, blankspot kerap berada di wilayah yang tidak atau sedikit dihuni, sehingga diperlukan penentuan moda telekomunikasi yang paling tepat untuk kondisi setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jember Regar Jeane Dealen Nangka menyampaikan bahwa pada tahun 2025 jumlah titik blankspot di Jember sempat tercatat 24 titik di 12 kecamatan. Namun berdasarkan data terbaru, jumlah tersebut berkurang menjadi 19 titik, tetap tersebar di 12 kecamatan.

Beberapa desa yang masih mengalami blankspot antara lain Desa Kemuninglor di Kecamatan Arjasa, Desa Gunungmalang di Kecamatan Sumberjambe, Desa Curahnongko di Kecamatan Tempurejo, dan Desa Panduman di Kecamatan Jelbuk. Regar menjelaskan, penyebab utama blankspot adalah kendala geografis seperti wilayah berbukit dan lereng gunung.

Ia menambahkan, hampir semua titik blankspot berada dekat sekolah, kecuali di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang. Kendala blankspot di Jember disebut terutama terkait sinyal seluler yang terhambat kondisi kontur wilayah, khususnya di sisi utara dan timur yang didominasi pegunungan, perbukitan, serta beberapa area hutan dan kebun.

Regar juga menjelaskan bahwa penyediaan tower seluler oleh penyedia layanan mempertimbangkan orientasi pelanggan dan pembiayaan. Karena itu, wilayah pegunungan dengan jumlah penduduk relatif sedikit menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur jaringan. Ia berharap, dengan dukungan Komdigi, tidak ada lagi titik blankspot di Jember.