Banyak wilayah masih mengalami kesulitan koneksi internet, baik karena faktor geografis, biaya yang mahal, maupun keterbatasan infrastruktur. Akibatnya, warga di daerah terpencil berisiko tertinggal informasi. Dalam konteks ini, Kiwix disebut sebagai salah satu solusi yang memungkinkan akses pengetahuan tanpa bergantung pada kuota maupun sinyal.
Kiwix merupakan perangkat lunak gratis yang memungkinkan pengguna menyimpan isi sejumlah situs web—seperti Wikipedia, TED, Project Gutenberg, atau iFixit—ke dalam satu file tunggal yang sudah dikompresi. File tersebut kemudian dapat dibuka secara offline, sehingga informasi tetap bisa diakses meski tanpa koneksi internet.
Konsepnya adalah membawa “perpustakaan digital” ke perangkat pengguna. Dengan cara ini, kumpulan artikel dalam jumlah besar dapat disimpan di media seperti kartu memori ponsel atau harddisk laptop, dan digunakan kapan saja tanpa jaringan.
Artikel ini juga menjelaskan latar kebutuhan di balik pengembangan Kiwix. Sekitar tahun 2006, Renaud Gaudin di Mali disebut tengah berupaya memasang kios informasi di desa-desa yang tidak memiliki akses internet. Pada waktu yang sama, Emmanuel Engelhart di Eropa ingin agar ibunya yang tinggal di pedesaan tetap dapat membaca artikel Wikipedia yang ia tulis meski tanpa internet. Keduanya kemudian bertemu dan bekerja sama mengembangkan Kiwix.
Dalam pengembangannya, mereka menciptakan teknologi bernama ZIM, yaitu format penyimpanan yang dirancang agar ringkas sehingga data berukuran besar dapat disimpan di media penyimpanan yang relatif kecil. Dengan pendekatan tersebut, akses pengetahuan yang sebelumnya lebih mudah dijangkau di wilayah perkotaan disebut dapat dibawa ke berbagai tempat, termasuk lokasi yang sangat terisolasi.
Bagi pengguna Android, penggunaan Kiwix digambarkan cukup sederhana, dengan catatan perangkat memiliki ruang penyimpanan yang memadai. Salah satu langkah yang disebutkan adalah mengunduh aplikasi Kiwix melalui Play Store, dengan ukuran aplikasi sekitar 15 MB.