BERITA TERKINI
Kemkomdigi: Satelit SATRIA-1 Jadi Andalan Akses Internet untuk Wilayah 3T

Kemkomdigi: Satelit SATRIA-1 Jadi Andalan Akses Internet untuk Wilayah 3T

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan satelit SATRIA-1 menjadi solusi terakhir sekaligus tulang punggung penyediaan akses internet bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tidak terjangkau jaringan terestrial dalam strategi konektivitas digital nasional.

Pelaksana Tugas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kemkomdigi, Tri Haryanto, mengatakan penyediaan layanan satelit tersebut dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk memperluas jangkauan layanan internet di wilayah 3T secara berkelanjutan.

Dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blank Spot se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu, Tri menjelaskan SATRIA-1 menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-band dan beroperasi pada posisi orbit 146 derajat Bujur Timur. Dengan spesifikasi itu, cakupan layanannya disebut menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Ia menambahkan, penggunaan Ka-band memungkinkan kapasitas data yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan akses internet masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur darat. Namun, teknologi tersebut tetap memiliki ketergantungan terhadap kondisi cuaca.

“Faktor cuaca seperti hujan lebat dapat mempengaruhi kualitas sinyal pada sistem berbasis Ka-band, sehingga menjadi salah satu tantangan teknis yang harus diantisipasi dalam operasional layanan satelit,” kata Tri.

Selain satelit, Tri menyampaikan stasiun bumi juga menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian satelit nasional. Stasiun bumi tersebar di 11 titik strategis, termasuk Cikarang, Batam, Pontianak, Banjarmasin, hingga Jayapura.

Menurutnya, Stasiun Bumi Banjarmasin berfungsi sebagai unit cadangan dari pusat kendali di Cikarang dengan dukungan antena besar untuk memastikan keberlangsungan layanan apabila terjadi gangguan pada sistem utama.

“Sistem satelit dan stasiun bumi tersebut merupakan bagian dari infrastruktur tulang punggung (backbone) konektivitas digital nasional untuk menjamin akses internet di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Tri.