Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengakomodasi 722 titik layanan internet melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di Kalimantan Selatan. Program ini ditujukan untuk memperluas akses konektivitas digital, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan jaringan telekomunikasi dan layanan publik.
Pelaksana Tugas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kemkomdigi, Tri Haryanto, mengatakan layanan tersebut tersebar di 13 kabupaten. Dari jumlah itu, satu titik menggunakan jaringan fiber optik, sementara 721 titik lainnya memanfaatkan satelit SATRIA.
Tri menjelaskan penyediaan layanan didukung kombinasi aset barang milik negara (BMN) dan skema sewa layanan. Skema ini disebut digunakan untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan terestrial agar pemerataan akses internet dapat terus diperluas.
Menurut Tri, Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi wilayah dengan titik layanan terbanyak, yakni 179 lokasi. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan fokus intervensi pemerintah pada daerah dengan kebutuhan tinggi terhadap akses komunikasi dan informasi untuk mendukung pelayanan publik.
Dari total 722 titik, sebanyak 635 titik berada di sektor pendidikan berupa sekolah. Tri menyebut sektor ini menjadi tulang punggung pemanfaatan layanan internet BAKTI dalam mendorong transformasi digital pembelajaran di Kalimantan Selatan.
Selain pendidikan, layanan internet juga menjangkau fasilitas layanan kesehatan, kantor pemerintahan, pusat kegiatan masyarakat, sektor pertahanan dan keamanan, serta sebagian layanan badan usaha untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Berdasarkan pemantauan melalui Network Management System (NMS), Tri menyampaikan sebagian titik layanan menunjukkan tingkat utilisasi tinggi yang mencerminkan pemanfaatan optimal sesuai kebutuhan pengguna di berbagai lokasi. Namun, terdapat sekitar 77 titik dengan tingkat utilisasi rendah yang menjadi perhatian untuk dievaluasi, terutama pada sektor pendidikan dan kantor pemerintahan yang dinilai semestinya memiliki tingkat penggunaan relatif tinggi.
Pemerintah, kata Tri, membuka opsi relokasi terhadap titik layanan dengan utilisasi rendah ke wilayah lain yang lebih membutuhkan, agar distribusi akses internet lebih efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan layanan publik.
Tri juga menyampaikan keberadaan stasiun bumi di Banjarmasin turut mendukung operasional satelit SATRIA melalui fasilitas Network Operation Center (NOC). Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada kesiapan jaringan fiber optik yang dinilai andal untuk menjaga stabilitas layanan.