BERITA TERKINI
Kelangkaan Chip dan Kenaikan Harga Fiber Optik Jadi Tantangan Industri Internet di Indonesia

Kelangkaan Chip dan Kenaikan Harga Fiber Optik Jadi Tantangan Industri Internet di Indonesia

Perkembangan digitalisasi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong lonjakan permintaan chip semikonduktor. Kondisi ini membuat krisis kelangkaan chip secara global dinilai sulit dihindarkan, seiring meningkatnya kebutuhan perangkat keras untuk mendukung sistem AI modern.

Chip semikonduktor dibutuhkan sebagai infrastruktur komputasi untuk memastikan kebutuhan pemrosesan, skalabilitas, dan efisiensi energi. Namun, chip kini menjadi komoditas yang mahal dan langka, sehingga diperebutkan di berbagai negara.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif Angga menyatakan tren pengembangan pusat data (data center) untuk AI diperkirakan masih akan berlanjut. Menurutnya, hal tersebut akan turut memengaruhi peningkatan kebutuhan data dari industri internet dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan meningkatnya adopsi AI, kebutuhan pasokan chip diproyeksikan semakin besar. Situasi ini menjadi tantangan bagi industri internet untuk menyediakan infrastruktur yang memadai di seluruh Indonesia, terutama ketika pasokan chip terbatas.

Selain isu chip, industri internet juga menghadapi tantangan lain berupa kenaikan harga minyak mentah yang berdampak pada peningkatan harga bahan baku fiber optik. Fiber optik merupakan salah satu penopang utama infrastruktur internet, sehingga perubahan biaya pada komponen ini berpotensi memengaruhi pembangunan dan penguatan jaringan.

APJII menyoroti bahwa kombinasi kelangkaan chip dan naiknya biaya fiber optik menjadi faktor yang perlu dicermati dalam melihat dampaknya terhadap industri, layanan, dan harga internet di Indonesia. Pembahasan ini disampaikan dalam dialog bersama Muhammad Arif Angga dalam program Profit, CNBC Indonesia, Senin (20/04/2026).