Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meraih penghargaan sebagai Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital yang digelar di Jakarta, Jumat (17/04/2026). Penghargaan tersebut diterima Plt Asisten Andi Muhammad Ishaq yang mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Penghargaan ini dipandang sebagai pengakuan atas komitmen Pemprov Kaltim dalam mempercepat pemerataan akses internet, terutama di wilayah pedesaan. Ajang tersebut diselenggarakan oleh detikcom dengan dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya. Keduanya mendorong percepatan transformasi digital secara nasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa capaian ini berkaitan dengan implementasi Program Gratispol, khususnya program unggulan Internet Desa Gratis. Program tersebut diluncurkan pada 21 April 2025 dan disebut telah menunjukkan hasil di lapangan.
Menurut Faisal, hingga saat ini jaringan internet telah tersedia di 803 desa dari total 841 desa di Kalimantan Timur. “Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan masyarakat desa tidak tertinggal dalam akses digital,” ujarnya.
Pemprov Kaltim menargetkan pada 2026 seluruh desa yang belum terjangkau, yakni 38 desa, dapat segera mendapat akses jaringan internet. Program ini juga direncanakan berlanjut hingga 2029 untuk menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Selain memperluas akses, Pemprov Kaltim menekankan pentingnya pemanfaatan internet secara produktif. Internet desa diharapkan dapat mendorong kemajuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi digital, hingga pelayanan publik.
Gubernur Kaltim juga berpesan agar penguatan literasi digital terus dilakukan, sehingga masyarakat desa tidak hanya terhubung, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan maksimal. “Perkuat literasi digital agar program ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pesannya.
Dengan penghargaan tersebut, Pemprov Kaltim menegaskan langkahnya dalam mendorong transformasi digital, khususnya melalui perluasan konektivitas hingga ke tingkat desa.