Jakarta — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan akses internet perlu diiringi peningkatan literasi digital agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mendorong penguatan literasi digital supaya program internet desa memberikan dampak positif.
“Terus perkuat literasi digital agar program internet desa berdampak positif bagi masyarakat,” kata Rudy, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.
Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui program unggulan Gratispol, khususnya Internet Desa Gratis yang diluncurkan pada 21 April 2025. Hingga kini, program itu telah menghadirkan akses internet di 803 desa dari total 841 desa di Kaltim.
Pemprov Kaltim menargetkan 38 desa yang belum terjangkau dapat segera mendapatkan akses pada 2026. Pemerintah daerah juga menyatakan akan memastikan keberlanjutan program hingga 2029.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemprov Kaltim disebut terus meningkatkan kualitas jaringan serta mendorong pemanfaatannya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat desa.
Komitmen memperluas akses internet hingga pelosok desa turut mengantarkan Kaltim meraih penghargaan sebagai Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital 2026. Penghargaan itu diterima oleh Plt Asisten I Pemerintahan dan Kesra Andi Muhammad Ishak sebagai perwakilan Pemprov Kaltim, atas keberhasilan mendorong pemerataan infrastruktur digital di daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan ajang tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi individu, komunitas, dan institusi yang berkontribusi dalam memperluas akses serta literasi digital di Indonesia.
“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang telah mewujudkan perubahan nyata dalam memperkuat konektivitas digital nasional,” ujarnya.
Penghargaan tersebut dinilai menjadi bukti upaya pemerataan akses digital melalui program Gratispol, yang tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga memperkecil kesenjangan informasi antara desa dan kota di Kalimantan Timur.