Jamaah haji dapat memanfaatkan aplikasi Kawal Haji sebagai media pelaporan terpadu apabila mengalami kendala selama berada di Tanah Suci. Hal itu disampaikan Pelaksana Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah, Ali Sadikin, di Makkah, Arab Saudi, Minggu.
Ali menjelaskan, aplikasi tersebut menjadi wadah bagi jamaah maupun petugas untuk melaporkan berbagai kebutuhan layanan penyelenggaraan haji secara cepat. Laporan yang dapat disampaikan mencakup layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, orang hilang, barang hilang, informasi kesehatan, bimbingan ibadah, serta hal lain yang berkaitan dengan operasional haji.
Menurut Ali, Kawal Haji mengusung konsep crowdsourcing sehingga seluruh laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh jamaah dan petugas tanpa melalui proses penyaringan dari admin. Dengan mekanisme itu, komunikasi diharapkan berjalan dua arah.
“Sistemnya transparan. Semua orang bisa melapor dan menanggapi. Jadi, tidak hanya petugas yang bisa menjawab, jamaah yang memiliki informasi valid dan sangat membantu bagi jamaah lain juga bisa memberikan informasi di situ,” ujar Ali.
Ia menilai kehadiran Kawal Haji dapat memperkuat dan mengintegrasikan layanan antarpetugas. Jika jamaah menyampaikan kendala di luar bidang petugas yang ditemui di lapangan, laporan tersebut dapat diteruskan melalui aplikasi agar segera ditindaklanjuti oleh petugas sesuai bidang terkait.
Terkait akses, Ali menekankan jamaah dan petugas tidak perlu mengunduh aplikasi melalui Play Store maupun App Store. Kawal Haji dibangun dengan teknologi Progressive Web Application (PWA) untuk meringankan beban memori gawai jamaah karena penggunaannya bersifat periodik.
Kawal Haji dapat diakses melalui peramban di alamat kawal.haji.go.id menggunakan perangkat Android, iOS, maupun desktop. Pengguna juga dapat menambahkan akses aplikasi tersebut ke layar utama gawai masing-masing.