Pemerintah Iran mulai melonggarkan pembatasan internet setelah hampir tiga bulan pemblokiran ketat yang menyulitkan komunikasi warga dan mengganggu aktivitas ekonomi. Pelonggaran dilakukan secara terbatas melalui skema sementara bernama Internet Pro, di tengah situasi krisis yang masih berlangsung.
Menurut keterangan pemerintah, skema Internet Pro memberikan akses internet global dengan pembatasan yang lebih ringan, terutama bagi pelaku usaha. Persetujuan terhadap skema ini disebut datang dari otoritas keamanan tertinggi Iran.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga kelangsungan aktivitas bisnis selama masa krisis nasional. “Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menyetujui skema Internet Pro untuk menjaga kelangsungan bisnis selama masa krisis,” ujarnya kepada media Iran, seperti dikutip Reuters, Rabu (2/4/2026).
Mohajerani menegaskan, kebijakan itu bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali ketika situasi dinyatakan normal oleh otoritas terkait. “Begitu situasi dinyatakan normal oleh otoritas terkait, kondisi internet juga akan berubah,” katanya.
Pemblokiran internet di Iran diberlakukan sejak awal Januari 2026 setelah pecahnya protes nasional anti-pemerintah. Akses sempat dipulihkan pada Februari, namun kembali diputus setelah dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.