SENTANI — Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMP di Kabupaten Jayapura, Papua, pada Kamis siang terpaksa dibatalkan setelah jaringan internet di wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura mengalami gangguan. Akibatnya, para siswa dipulangkan dan pelaksanaan ujian dijadwalkan ulang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikleuw, mengatakan putusnya koneksi internet berdampak pada 54 sekolah SMP di daerah tersebut. Menurut dia, sekolah-sekolah itu mengandalkan jaringan wifi untuk mengakses soal ujian.
“Ada 54 sekolah SMP di Kabupaten Jayapura terdampak akibat putusnya internet, sebab semua sekolah ini menggunakan wifi. Jadi, saat wifi gangguan, semua otomatis terdampak dan tidak bisa mengakses soal TKA,” kata Amelia saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026) sore.
Amelia menyebutkan, setelah insiden itu, sekolah-sekolah terdampak akan melaksanakan TKA susulan sesuai jadwal yang akan ditetapkan. Ia berharap gangguan serupa tidak terulang saat ujian susulan digelar.
“Ini parah sekali, menyulitkan kami dan kasihan kepada anak-anak yang sudah siap mengikuti TKA. Kami harapkan, saat jadwal susulan, tidak ada kejadian serupa,” ujarnya.
Ia juga menilai ketergantungan pada layanan internet membuat pelaksanaan ujian rentan terganggu karena gangguan jaringan tidak selalu dapat diprediksi. Amelia menyampaikan, jika harus kembali menggunakan metode manual, hal itu dinilainya sebagai kemunduran.
“Solusinya dikerjakan manual seperti jaman dulu lagi, berarti ini kemunduran dan harusnya tidak terjadi. Harusnya operator jaringan itu memahami bahwa ada pelaksanaan TKA dan ada antisipasi jika terjadi hal seperti ini,” katanya.
Amelia berharap pemerintah dapat berkomunikasi dengan operator telekomunikasi agar gangguan jaringan tidak terulang, terutama saat pelaksanaan ujian. Ia juga menyinggung biaya yang dikeluarkan sekolah untuk layanan internet.
“Apalagi semua ini tak gratis. Kami membeli pulsa bahkan membayar tagihan wifi dan semua ini bukan gratis, tapi dibayar, jadi ini kerugian buat kami, pelanggan,” ujarnya.
Dalam keterangan yang disampaikan, jaringan internet di Jayapura dan sekitarnya dilaporkan hilang sejak pukul 08.47 WIT hingga 14.30 WIT. Gangguan itu diduga terkait kendala pada perangkat penguat sinyal di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai, yang merupakan titik terminasi jaringan kabel laut SKKL PATARA di Papua.
GM Telkom Group Witel Papua, Antonius Joko Sritomo, dalam siaran pers menyatakan kendala tersebut menyebabkan penurunan kapasitas jaringan yang berdampak pada sebagian layanan internet, IPTV, layanan data korporat, serta penyesuaian kapasitas pada layanan mobile di wilayah terdampak.