BERITA TERKINI
Internet Jayapura Sempat Lumpuh Hampir Lima Jam, DPR Papua Minta TelkomGroup Tingkatkan Layanan dan Buka Peluang Provider Lain

Internet Jayapura Sempat Lumpuh Hampir Lima Jam, DPR Papua Minta TelkomGroup Tingkatkan Layanan dan Buka Peluang Provider Lain

JAYAPURA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua mendesak TelkomGroup segera meningkatkan kualitas pelayanan serta menyiapkan langkah antisipasi konkret menyusul lumpuhnya jaringan internet di Jayapura selama hampir lima jam pada Kamis (9/4/2026).

Selain menuntut perbaikan teknis, DPR Papua juga menyarankan pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi penyedia jasa internet lain untuk berinvestasi di Papua. Langkah ini dinilai penting untuk mengakhiri ketergantungan pada satu operator.

Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Betaubun, menegaskan internet kini telah menjadi infrastruktur vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Menurutnya, gangguan jaringan berdampak luas pada berbagai sektor pelayanan publik yang dijalankan pemerintah.

“Internet ini sudah menjadi kebutuhan utama. Pelayanan pemerintahan, pendidikan, hingga kesehatan sangat bergantung pada jaringan tersebut. Apalagi saat ini anak-anak sekolah sedang mengikuti ujian. Perlu ada langkah ekstra karena internet bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan pokok,” kata Joni kepada awak media.

Anggota DPR Papua Jansen Monim juga menyoroti kondisi Papua yang dinilai terlalu bergantung pada satu operator utama. Ia menilai dominasi tunggal membuat masyarakat rentan saat terjadi gangguan teknis.

“Selama ini di Papua hanya diunggulkan satu provider. Begitu internet mati, dampaknya sangat mengganggu. Kami berharap Pemerintah Papua mengundang lebih banyak provider lain agar terjadi keseimbangan dan kompetisi yang sehat,” ujar Jansen.

Menurut Jansen, kehadiran lebih banyak penyedia layanan telekomunikasi dinilai dapat mendorong persaingan yang kompetitif, memacu peningkatan kualitas layanan, serta mendukung pemerataan akses bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu provider. Saya berharap ada operator lain yang segera masuk ke Papua. Jika ada gangguan, masyarakat punya pilihan dan ada dorongan bagi perusahaan untuk memberikan perbaikan yang lebih cepat dan baik,” katanya.