BERITA TERKINI
Internet Jayapura Putus Saat TKA, 54 SMP di Kabupaten Jayapura Jadwalkan Ujian Susulan

Internet Jayapura Putus Saat TKA, 54 SMP di Kabupaten Jayapura Jadwalkan Ujian Susulan

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa SMP di Kabupaten Jayapura terpaksa dibatalkan pada hari kedua ujian setelah jaringan internet di Jayapura dan sekitarnya tiba-tiba terputus. Gangguan itu terjadi mulai pukul 08.47 WIT, saat para siswa sedang menjalani TKA.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikleuw, mengatakan putusnya internet berdampak pada 54 sekolah SMP dan ribuan siswa. Menurutnya, para siswa tidak dapat mengakses soal ujian karena seluruh sekolah terdampak mengandalkan jaringan wifi.

“Ada 54 sekolah SMP dan ribuan siswa SMP di Kabupaten Jayapura terdampak akibat putusnya internet. Para siswa tidak bisa mengakses soal TKA akibat gangguan jaringan internet. Apalagi semua sekolah ini menggunakan wifi. Jadi, saat wifi gangguan, semua otomatis terdampak dan tidak bisa mengakses soal-soal TKA,” kata Amelia saat dihubungi, Kamis, 9 April 2026.

Pasca kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura menyatakan seluruh 54 sekolah akan menggelar TKA susulan dengan penjadwalan ulang. Amelia menyebut gangguan ini menyulitkan pihak sekolah dan merugikan siswa yang sudah bersiap mengikuti ujian.

“Ini parah sekali, menyulitkan kami. Kasihan kepada anak-anak yang sudah siap mengikuti TKA. Kami harapkan, saat jadwal susulan, tak ada kejadian serupa,” ujarnya.

Amelia menilai, meski pemanfaatan teknologi dalam ujian merupakan kemajuan, risiko putusnya jaringan internet sulit diprediksi. Karena itu, ia menyampaikan opsi pengerjaan ujian secara manual sebagai solusi, meski dinilainya sebagai langkah mundur.

“Solusinya soal-soal ujian dikerjakan secara manual seperti jaman dulu. Tapi berarti ini kemunduran dan harusnya tidak terjadi. Harusnya operator jaringan itu memahami bahwa ada pelaksanaan TKA dan ada antisipasi jika terjadi hal-hal seperti ini,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah berperan menjembatani komunikasi dengan operator telekomunikasi agar gangguan serupa tidak terulang, terutama saat pelaksanaan ujian. Amelia menekankan, layanan internet yang digunakan sekolah bukan layanan gratis karena pihaknya membayar pulsa dan tagihan wifi.

“Apalagi semua ini tak gratis. Kami membeli pulsa bahkan membayar tagihan Wifi dan semua ini bukan gratis, tapi dibayar. Jadi, gangguan seperti ini jelas merugikan kami sebagai pelanggan,” ujarnya.