Gangguan layanan internet dan jaringan seluler terjadi di wilayah Jayapura, Papua, sejak Kamis (9/4) pagi. Gangguan mulai dirasakan warga sekitar pukul 08.47 WIT, membuat sebagian masyarakat tidak dapat mengakses internet maupun layanan komunikasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura, Supriyanto, mengatakan gangguan tersebut berdampak besar pada pelayanan administrasi kependudukan karena seluruh sistem layanan bergantung pada teknologi informasi.
“Dampaknya sangat signifikan dan tidak bisa pelayanan sama sekali karena semua sistem kami berbasis IT. Oleh karena itu, ke depan harus ada solusi lain agar pelayanan tetap berjalan meskipun jaringan terganggu,” kata Supriyanto di Jayapura, Kamis (9/4).
Untuk mengantisipasi gangguan serupa, Supriyanto menyebut opsi penambahan layanan Starlink di beberapa titik sebagai alternatif agar pelayanan tetap bisa berjalan ketika jaringan bermasalah.
“Kami berharap ke depan ada solusi lain. Mungkin dengan penambahan layanan Starlink di beberapa titik, sehingga apabila terjadi hal serupa, pelayanan tetap bisa berjalan,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan pemerintah dan penyedia layanan agar Kota Jayapura tidak hanya bergantung pada satu operator. Menurutnya, keberadaan opsi lain diperlukan agar layanan publik tidak langsung berhenti total ketika satu penyedia mengalami gangguan.
“Kami mohon dukungan, jangan hanya Telkomsel. Harus ada pilihan lain. Jika satu vendor mati, ada pengganti sehingga pelayanan tidak langsung terdampak total,” tegasnya.
Pantauan di kantor Dukcapil menunjukkan sejumlah warga menunggu karena proses layanan tidak dapat dilakukan tanpa internet. Supriyanto mengatakan, dalam kondisi gangguan, pihaknya hanya dapat menerima berkas secara manual.
“Yang bisa kami lakukan adalah menerima berkas masyarakat secara manual. Setelah jaringan kembali normal, kami akan memprosesnya dan mengirimkan hasilnya melalui email. Pelayanan seperti itu sering kami lakukan untuk KTP, KIA maupun perekaman. Namun semua tetap akan tertunda, dan masyarakat mau tidak mau masyarakat harus datang kembali pada jam kerja saat jaringan sudah normal,” jelasnya.