BERITA TERKINI
Indosat Ingatkan Risiko Penipuan Digital Meningkat Selama Ramadan, Banyak Terjadi via Aplikasi Pesan

Indosat Ingatkan Risiko Penipuan Digital Meningkat Selama Ramadan, Banyak Terjadi via Aplikasi Pesan

Aktivitas komunikasi digital selama Ramadan cenderung meningkat, mulai dari silaturahmi keluarga hingga transaksi belanja dan pengiriman tunjangan hari raya (THR). Seiring lonjakan itu, risiko penipuan digital juga ikut naik, terutama melalui aplikasi perpesanan.

Isu tersebut disampaikan dalam acara Media Update Ramadan 2026 Indosat Ooredoo di Hotel The Sunan Solo, Jumat, 27 Februari 2026. Dalam kesempatan itu, Indosat menyoroti peningkatan signifikan kasus penipuan digital pada periode Ramadan.

SVP Head of Marketing Java Indosat Ooredoo, Adiyanto Adhi Kusumo, menyebut data 2025 menunjukkan kasus penipuan digital selama Ramadan meningkat hingga 34,7 persen. Dari jumlah tersebut, 89 persen terjadi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon.

Adiyanto mengatakan modus penipuan kian canggih, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan seperti deepfake, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 700 miliar. Menurut dia, tingginya angka penipuan pada Ramadan berkaitan dengan meningkatnya perputaran uang di masyarakat.

“Penipuan tinggi di bulan Ramadan karena banyak masyarakat mendapatkan THR. Dengan adanya THR tersebut, ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi,” kata Adiyanto.

Untuk merespons kondisi tersebut, Indosat melalui brand IM3 menghadirkan fitur SATSPAM+ (Satuan Anti-Scam dan Spam Plus) yang disebut sebagai inovasi perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia pada Ramadan ini. Fitur itu dibawa melalui kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”.

Menurut Adiyanto, SATSPAM+ memberikan perlindungan real-time terhadap SMS, panggilan reguler, hingga WhatsApp Call yang terindikasi penipuan atau spam. Fitur ini merupakan pengembangan dari perlindungan sebelumnya yang hanya mencakup telepon dan SMS.

Untuk mengaktifkannya, pelanggan diminta mengaktifkan SATSPAM+ melalui aplikasi myIM3. Setelah aktif, sistem akan memberikan penanda khusus pada nomor yang terindikasi terkait modus penipuan.

“Jika ada panggilan dari nomor yang terindikasi penipuan, akan muncul tanda berwarna merah dengan keterangan ‘nomor modus’. Kami imbau pelanggan tidak mengangkat panggilan tersebut,” ujar Adiyanto.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membagikan informasi pribadi kepada penelepon yang tidak dikenal, terutama jika diminta data sensitif atau kode verifikasi.

Indosat menyatakan seluruh pelanggan Paket Ramadan IM3 otomatis mendapatkan perlindungan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan. Paket yang ditawarkan antara lain 150 GB untuk 28 hari seharga Rp 150 ribu serta 300 GB untuk 28 hari seharga Rp 200 ribu, dilengkapi 5.000 menit dan SMS ke sesama IM3 dan Tri serta akses layanan streaming.

Sementara itu, EVP-Head of Circle Java Indosat, Fahd Yudhanegoro, mengatakan Indosat Ooredoo Hutchison memperkuat jaringan melalui kampanye #LebihBaikIndosat di wilayah Circle Java yang mencakup Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara. Penguatan jaringan dilakukan di lebih dari 25 jalur mudik dan 291 titik keramaian (point of interest/POI), termasuk 94 POI di Jawa Tengah.

“Penguatan jaringan kami lakukan untuk memastikan pelanggan tetap lancar berkomunikasi selama Ramadan dan Idulfitri. Tetap terhubung tanpa gangguan, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik,” kata Fahd.

Di Jawa Tengah, Indosat memproyeksikan puncak kenaikan trafik data selama Ramadan mencapai 37,6 persen, dengan lonjakan tertinggi di Wonogiri, Grobogan, Kebumen, Blora, dan Purworejo. Selain melalui IM3, Fahd menyebut Indosat juga mengedukasi generasi muda lewat brand Tri melalui kampanye #PilihanBijak, serta menyediakan layanan internet rumah portabel HiFi Air untuk mendukung mobilitas pelanggan selama mudik.