BERITA TERKINI
Google Translate Genap 20 Tahun, Kini Diperkuat AI Gemini dan Fitur Percakapan Real-Time

Google Translate Genap 20 Tahun, Kini Diperkuat AI Gemini dan Fitur Percakapan Real-Time

Google Translate merayakan ulang tahun ke-20 dengan menegaskan perannya sebagai salah satu layanan penerjemah paling banyak digunakan di dunia. Diluncurkan pada 2006, layanan ini terus berkembang dari teknologi statistical machine learning hingga beralih ke neural networks pada 2016.

Memasuki dua dekade perjalanannya, Google Translate kini memanfaatkan model AI Gemini untuk menghadirkan hasil terjemahan yang disebut lebih natural dan kontekstual. Dalam periode tersebut, dukungan bahasa juga meluas hingga hampir 250 bahasa, yang diklaim mencakup 95% populasi dunia.

Google menyebut lebih dari 1 miliar orang menggunakan Google Translate setiap bulan, dengan sekitar 1 triliun kata diterjemahkan. Pasangan bahasa Inggris–Spanyol menjadi yang paling populer, disusul Inggris–Indonesia, serta pasangan bahasa lain seperti Portugis, Arab, Turki, dan sejumlah bahasa India.

Dalam perayaan 20 tahun ini, Google memperkenalkan sejumlah fitur baru berbasis AI. Salah satunya latihan pelafalan yang memungkinkan pengguna berlatih mengucapkan kata dan menerima umpan balik secara instan.

Fitur lain yang diperkenalkan adalah percakapan real-time dengan teknologi audio-to-audio Gemini, yang ditujukan agar komunikasi lintas bahasa terasa lebih alami. Selain itu, headphone juga dapat difungsikan sebagai penerjemah pribadi dengan tetap mempertahankan nada dan emosi pembicara.

Google Translate turut memperluas pengalaman visual melalui integrasi dengan Google Lens, sehingga pengguna dapat menerjemahkan teks langsung dari kamera ponsel. Di Android, fitur Circle to Search juga disebut memudahkan penerjemahan teks, termasuk lirik lagu. Untuk penggunaan saat bepergian, tersedia mode offline agar bahasa dapat diunduh dan digunakan tanpa koneksi internet.

Google juga mencatat sekitar sepertiga pengguna memanfaatkan Google Translate untuk belajar bahasa baru. Di sisi lain, AI turut membantu memahami ragam bahasa gaul generasi muda, emoji, hingga bahasa isyarat seperti ASL.

Meski teknologi terus berkembang, frasa yang paling sering diterjemahkan masih berkisar pada ungkapan universal seperti “Halo” dan “Aku mencintaimu”.