BERITA TERKINI
Gangguan Aplikasi Hambat Penyaluran Bio Solar dan Pertalite ke 14 Sub Penyalur di Flores Timur

Gangguan Aplikasi Hambat Penyaluran Bio Solar dan Pertalite ke 14 Sub Penyalur di Flores Timur

Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar dan Pertalite di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami hambatan teknis. Kendala ini berdampak pada 14 sub penyalur yang tersebar di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Pertamina Patra Niaga menjelaskan gangguan dipicu terblokirnya kode barcode pada aplikasi Mikrosite yang digunakan dalam proses distribusi. Menurut perusahaan, kendala itu berkaitan dengan pembaruan infrastruktur digital, dan tim teknis saat ini melakukan penyesuaian sistem agar layanan kembali normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami konsumen. Ia mengatakan Pertamina sedang melakukan transisi platform dari aplikasi Mikrosite ke aplikasi X-Star, yang disebut sebagai langkah modernisasi untuk meningkatkan transparansi dan kualitas layanan distribusi BBM.

Di sisi lain, Pertamina juga berkomunikasi dengan BPH Migas untuk mempercepat penyelesaian penyesuaian sistem. Koordinasi tersebut dilakukan agar kendala administratif yang menghambat penyaluran di lapangan dapat segera diatasi, termasuk pembukaan blokir akses.

Kepala Bagian SDA Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, menyatakan belum dapat memastikan kapan distribusi ke sub penyalur akan pulih sepenuhnya. Ia menyebut pemerintah daerah telah menerbitkan rekomendasi untuk 14 sub penyalur, namun kendala pada aplikasi masih menjadi penghalang karena proses input barcode belum dapat dilakukan oleh penyedia di lapangan.

Tarsisius menambahkan penyaluran BBM secara umum masih berjalan, namun layanan khusus untuk sub penyalur masih menunggu respons dari BPH Migas atas surat pemerintah daerah. Ia juga menyebut akses aplikasi Mikrosite yang bermasalah membuat SPBU belum bisa melayani permintaan dari sub penyalur.

Sementara itu, pelayanan BBM melalui SPBU konvensional dilaporkan tetap beroperasi normal dengan ketersediaan stok subsidi yang mencukupi. Masyarakat juga masih dapat membeli BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertadex tanpa hambatan. Fokus penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan akses bagi 14 sub penyalur agar kebutuhan energi di wilayah pelosok Flores Timur dapat segera terpenuhi.