Dunia teknologi kembali menyorot Friendster setelah platform media sosial yang sempat populer pada awal 2000-an itu resmi meluncurkan aplikasi seluler untuk iPhone. Peluncuran ini menyusul berbagai rumor serta fase beta tertutup yang sebelumnya beredar.
Kembalinya Friendster kali ini tidak hanya mengandalkan nostalgia. Versi iPhone tersebut membawa fokus utama pada perlindungan data dan privasi pengguna, sebuah isu yang kian relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keamanan informasi pribadi.
Friendster menyatakan aplikasi ini dibangun dengan arsitektur yang mengutamakan keamanan siber. Pengembang juga menegaskan bahwa platform tidak akan mengumpulkan metadata pengguna untuk kepentingan iklan pihak ketiga, sebuah pendekatan yang berbeda dari model bisnis media sosial yang umum saat ini.
Dari sisi fitur, Friendster menghadirkan kontrol akses yang ketat. Pengguna dapat mengatur secara rinci siapa yang dapat melihat profil, unggahan, hingga aktivitas mereka. Pengaturan ini ditujukan untuk mengurangi kekhawatiran terkait jejak digital yang dapat dilacak mesin pencari.
Selain pembaruan pada aspek privasi, Friendster turut menghidupkan kembali sejumlah fitur ikonik seperti Testimonials dan kustomisasi profil. Fitur-fitur tersebut kini dikemas dengan tampilan visual yang lebih modern dan minimalis, menyesuaikan estetika iOS.
Friendster juga menekankan integrasi yang mulus dengan ekosistem Apple, sejalan dengan peluncuran aplikasi yang secara khusus ditujukan bagi pengguna iPhone.