BERITA TERKINI
Fenomena Pop-up “Terima Cookies?” di Website dan Pentingnya Literasi Privasi Digital

Fenomena Pop-up “Terima Cookies?” di Website dan Pentingnya Literasi Privasi Digital

Perkembangan teknologi yang kian masif membuat internet terhubung dengan hampir setiap aktivitas sehari-hari. Di Indonesia, tren penggunaan internet juga terus meningkat dari tahun ke tahun seiring meluasnya penetrasi internet.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia pada 2025 telah menembus 80 persen. Artinya, delapan dari sepuluh penduduk Indonesia kini telah terkoneksi internet.

Di balik rutinitas digital yang tampak sederhana, ada satu fenomena yang hampir selalu muncul saat seseorang membuka situs web: pop-up persetujuan cookies. Notifikasi ini meminta pengguna memilih menerima atau menolak cookies sebelum melanjutkan akses.

Cookies yang dimaksud bukan kudapan, melainkan mekanisme digital yang berkaitan dengan penyimpanan informasi selama aktivitas berselancar di internet. Kemunculannya yang semakin umum memunculkan pertanyaan: mengapa banyak situs meminta persetujuan tersebut, apa fungsi cookies, dan bagaimana dampaknya bagi generasi muda yang tumbuh di ekosistem digital?

Secara teknis, cookies adalah potongan data kecil yang dikirimkan dari dan ke browser untuk membantu mengidentifikasi pengguna. Mengacu pada penjelasan di situs resmi Microsoft, ketika seseorang membuka sebuah situs web, browser akan mengirimkan data tertentu ke server yang mengelola situs tersebut. Data ini umumnya berupa rangkaian angka dan huruf dalam sebuah file teks kecil.

Setiap kali pengguna mengakses situs baru, sistem dapat membuat cookie dan menyimpannya dalam folder sementara di perangkat. Dari sini cookie bekerja: membantu situs mencocokkan preferensi pengguna berdasarkan kebiasaan membaca, melihat, atau melakukan transaksi.

Analogi sederhananya, cookies dapat diibaratkan seperti tiket kecil bernomor saat seseorang menitipkan helm di pusat perbelanjaan. Tiket itu tidak memiliki nilai khusus, tetapi berfungsi sebagai penanda agar petugas dapat mengenali barang yang dititipkan saat diambil kembali. Dalam konteks digital, cookies berperan sebagai penanda yang membantu situs mengenali preferensi pengguna ketika kembali berkunjung.