Tiga bocah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengalami kecelakaan saat mencoba meracik petasan berdasarkan informasi dari internet. Percobaan tersebut berakhir dengan ledakan yang menyebabkan salah satu anak berinisial R (12) mengalami luka serius pada tangan kirinya.
Kepala Polsek Wates Kompol Agus Sudarijanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/4/2026) malam di teras rumah salah satu korban. “Lokasi kejadian di teras rumah salah satu korban,” ujar Agus, Senin (27/4/2026).
Menurut keterangan polisi, bahan-bahan yang digunakan dibeli dari toko online. Anak-anak itu mencampurkan sejumlah bahan kimia, termasuk kalium klorida dan natrium benzoat, ke dalam wadah kaleng plastik. Campuran tersebut kemudian dibakar menggunakan lidi.
“Bahannya dicampur menjadi satu dalam wadah kaleng plastik lalu dibakar pakai lidi. Jadi bukan petasan yang biasanya digulung kertas itu,” kata Agus.
Setelah beberapa kali percobaan dan merasa hasilnya kurang memuaskan, mereka menambahkan serbuk petasan jadi ke dalam racikan. Pada percobaan terakhir, api disebut menyambar toples plastik tempat penyimpanan bahan hingga memicu ledakan besar.
Akibat ledakan itu, R mengalami luka serius pada tangan kiri dan dilarikan ke RS Simpang Lima Gumul untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi menyayangkan masih adanya praktik penggunaan petasan meski sosialisasi bahaya telah sering dilakukan. Dalam kasus ini, keluarga korban juga diduga sempat menutup-nutupi kejadian. Saat polisi datang, lokasi disebut sudah dibersihkan.
Agus menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama saat mengakses internet. “Mohon ditingkatkan lagi pengawasan dan perlindungan bagi anak-anaknya. Apalagi saat bermain medsos, harus dengan pendampingan agar anak tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan,” ujarnya.
Polisi juga menegaskan bahwa penggunaan petasan, termasuk dalam perayaan hari besar keagamaan, bukan tradisi positif dan sebaiknya ditinggalkan.