Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun resmi meluncurkan aplikasi SARAPAN PECEL (Sistem Administrasi Kependudukan Pelayanan Cepat dan Langsung) pada Senin (27/4/2026). Peluncuran digelar di Pendopo Muda Graha dan dihadiri perwakilan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat dan kepala desa se-Kabupaten Madiun.
Kepala Dukcapil Kabupaten Madiun Sigit Budiarto menyampaikan, aplikasi ini ditujukan untuk memangkas waktu pengurusan 15 layanan administrasi kependudukan yang sebelumnya memerlukan hitungan hari menjadi sekitar lima menit, dan dapat diakses melalui ponsel.
Menurut Sigit, SARAPAN PECEL dirancang untuk menjawab keluhan masyarakat, antara lain antrean panjang, kebutuhan izin kerja saat mengurus dokumen, serta potensi praktik percaloan. Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mengunggah foto, menjalani verifikasi menggunakan face recognition, dan menerima dokumen digital bertanda tangan elektronik. Layanan disebut dapat diakses 24 jam, tanpa biaya, dan tanpa tatap muka.
Dukcapil Kabupaten Madiun menargetkan pada 2026 sekitar 70% layanan adminduk beralih melalui SARAPAN PECEL guna mewujudkan target “Zero Antrean” di kantor. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan mesin ADM di 15 kecamatan, sehingga warga tetap dapat mencetak KTP-el dan Kartu Identitas Anak (KIA) di wilayah desa.
Sigit menambahkan, SARAPAN PECEL menggabungkan layanan end-to-end untuk 15 jenis urusan, mulai KTP-el, Kartu Keluarga, akta, hingga pindah datang dalam satu aplikasi. Sistem keamanan disebut menggunakan face recognition dan liveness detection, serta terhubung dengan tanda tangan elektronik dan mesin ADM. Dokumen digital dapat diterbitkan lebih dahulu, sementara pencetakan fisik dapat dilakukan di kecamatan terdekat tanpa harus datang ke kantor kabupaten.
Untuk warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital, Dukcapil menyiapkan sejumlah langkah pendampingan. Aplikasi disertai tutorial video berbahasa Jawa, serta pelatihan bagi 198 operator di desa/kelurahan yang ditugaskan sebagai “Duta Pecel” untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Dukcapil juga menyatakan tetap membuka layanan tatap muka, sehingga penggunaan aplikasi bersifat pilihan, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Sigit juga menyampaikan rencana pengembangan pada 2027 dengan membuka integrasi data ke BPJS, perbankan, dan pajak. Harapannya, ketika terjadi pembaruan data kependudukan seperti pada Kartu Keluarga, perubahan dapat langsung terhubung ke berbagai layanan.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam sambutannya menyebut program SARAPAN PECEL sebagai wujud penerapan teknologi dalam pelayanan publik. Ia menilai inovasi ini melengkapi program sebelumnya seperti IKD dan Senopati, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan adminduk secara lebih cepat, dekat, dan efisien. Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat tanpa harus datang jauh ke pusat pemerintahan.