Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur bersama Plato Foundation menggelar Safer Internet Day bertema “Together for a Better Internet” di Taman Peradaban, Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (28/2). Kegiatan ini turut didukung UNICEF.
Acara tersebut menjadi momentum diseminasi Komik PP Tunas, karya Forum Anak Jawa Timur di bawah naungan DP3AK Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak dan remaja tentang pentingnya keamanan digital sekaligus memperkenalkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
PP TUNAS yang diterbitkan pada 2025 disusun untuk melindungi anak-anak dan remaja saat menggunakan internet, aplikasi, gim, serta berbagai layanan digital lainnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur, R. Hari Chandra, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi anak, namun juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi. Ia mengatakan melalui Safer Internet Day, pihaknya ingin memastikan anak-anak di Jawa Timur tidak hanya menjadi pengguna internet yang aktif, tetapi juga cerdas dan aman.
Menurutnya, Komik PP Tunas yang disusun Forum Anak Jatim diharapkan menjadi media edukasi yang mudah dipahami anak-anak. Ia juga menambahkan bahwa pelibatan Forum Anak dalam penyusunan komik tersebut merupakan bentuk partisipasi bermakna anak dalam menyuarakan kepentingan dan perlindungan mereka sendiri di ruang digital.
Sementara itu, Child Protection Specialist UNICEF wilayah Jawa, Naning Pudjijulianingsih, menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan anak-anak melalui Forum Anak Jatim untuk mewujudkan lingkungan digital yang lebih aman dan ramah anak.
Rangkaian kegiatan Safer Internet Day ini diisi dengan sosialisasi PP TUNAS, diskusi interaktif, serta diseminasi Komik PP Tunas sebagai bahan edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sinergi berbagai pihak, upaya perlindungan anak di ruang digital di Jawa Timur diharapkan semakin optimal.