BERITA TERKINI
Diskominfo Tapanuli Tengah dan Telkomsel Sepakati Kolaborasi Atasi Blank Spot Internet di 28 Desa

Diskominfo Tapanuli Tengah dan Telkomsel Sepakati Kolaborasi Atasi Blank Spot Internet di 28 Desa

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menyepakati kolaborasi dengan Telkomsel untuk mengatasi blank spot internet, yakni wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi, di sejumlah desa di Tapteng.

Kesepakatan itu mengemuka saat Pelaksana Harian (Plh) Kepala Diskominfo Tapteng, Budi Joniar H. Siahaan, menerima kunjungan tim Telkomsel Site Regional Padangsidimpuan di ruang kerjanya.

Budi menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Telkomsel, mengingat wilayah Sibolga–Tapteng masuk dalam cakupan kerja Telkomsel Padangsidimpuan. Ia mengatakan pihaknya telah menyampaikan data teknis mengenai kondisi dan kebutuhan ketersediaan internet di 28 desa.

Menurut Budi, kebutuhan tersebut mencakup rencana pembangunan menara telekomunikasi serta dukungan akses internet, termasuk WiFi dan hotspot gratis. Ia juga menyebut adanya bantuan WiFi dari Bakti Komdigi, Diskominfo Provinsi Sumatera Utara, hingga provider site.

Ia menegaskan, hasil kesepakatan ini akan segera dikoordinasikan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Bappeda Tapteng, untuk mempercepat penanganan blank spot di beberapa desa.

“Kami berharap kita dapat kolaborasi dan bersinergi mengatasi blankspot internet di beberapa desa wilayah Tapteng melalui dukungan Telkomsel dan provider site (operator) telekomunikasi lainnya sehingga lebih cepat dapat teratasi,” kata Budi, Kamis (30/4/2026).

Sementara itu, Manager Network Operation and Productivity Telkomsel, Wisnu Pranadi, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Tapteng. Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan pasokan listrik, khususnya dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), dalam mendukung operasional menara telekomunikasi.

Wisnu memaparkan kondisi infrastruktur Telkomsel yang telah beroperasi di Tapteng serta sejumlah langkah strategis yang dapat ditempuh melalui kolaborasi untuk mengatasi blank spot internet di desa-desa. Ia menyebut beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, termasuk pembangunan menara telekomunikasi baru oleh operator seluler maupun optimalisasi bantuan yang telah disalurkan melalui program pemerintah.

Menurutnya, pembangunan menara telekomunikasi oleh provider site dan operator seluler seperti Telkomsel dapat menjadi salah satu solusi. Namun, ia menekankan perlunya mempertimbangkan kondisi demografi, geografis, serta ketersediaan listrik. Selain itu, pemanfaatan menara yang sudah ada di desa, yang dikenal sebagai tower “backpacker”, juga dinilai dapat menjadi opsi penanganan.