BERITA TERKINI
Diskominfo Papua: Layanan Pemerintahan Tetap Berjalan Saat Gangguan Internet di Jayapura

Diskominfo Papua: Layanan Pemerintahan Tetap Berjalan Saat Gangguan Internet di Jayapura

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan layanan pemerintahan tetap berjalan meski sempat terjadi gangguan internet di wilayah Jayapura selama sekitar lima jam.

Kepala Diskominfo Papua Jeri Agus Yudianto mengatakan, layanan tetap dapat beroperasi karena sistem pemerintahan didukung mekanisme cadangan melalui disaster recovery center yang berada di luar Papua.

“Kami memiliki server cadangan yang kami kelola baik dalam bentuk website maupun aplikasi sehingga pada prinsipnya tetap berjalan,” ujar Jeri di Jayapura, Kamis.

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan layanan tetap aktif karena tidak sepenuhnya bergantung pada satu jaringan lokal, melainkan terhubung dengan pusat data cadangan di lokasi lain. Namun, ia menyebut akses bagi masyarakat pengguna jaringan Telkomsel sempat terdampak.

Jeri menjelaskan, wilayah yang menggunakan jaringan berbasis satelit atau VSAT tidak mengalami gangguan signifikan. “Kalau yang menggunakan jalur Telkom pasti terdampak, tetapi yang memakai jaringan satelit tetap bisa berjalan seperti biasa misalnya pada daerah 3T,” katanya.

Ia menambahkan, pihak Telkom telah melakukan pemulihan sehingga layanan kembali normal setelah beberapa jam, sembari melakukan perbaikan menyeluruh untuk menjaga kualitas jaringan ke depan.

Diskominfo Papua juga mengimbau masyarakat tetap bijak menggunakan internet dan tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak benar selama terjadi gangguan layanan. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan menggunakan teknologi digital secara produktif. Gangguan seperti ini tidak diharapkan, namun bisa terjadi dan sedang ditangani oleh pihak terkait,” ujarnya.

Sebelumnya, terjadi penurunan layanan telekomunikasi digital TelkomGroup di wilayah Jayapura sejak pukul 08.45 WIT dan kembali normal pada pukul 14.00 WIT. Gangguan tersebut disebabkan kendala pada perangkat penguat sinyal (amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai, yang merupakan titik terminasi jaringan kabel laut SKKL PATARA di Papua.