BERITA TERKINI
Diskominfo Manggarai Dampingi BKPSDM Optimalkan Penggunaan Aplikasi Srikandi

Diskominfo Manggarai Dampingi BKPSDM Optimalkan Penggunaan Aplikasi Srikandi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Manggarai melanjutkan upaya transformasi digital melalui optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Salah satu langkah yang dilakukan ialah pendampingan teknis penggunaan aplikasi Srikandi bagi pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Manggarai, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula BKPSDM tersebut dipimpin Sekretaris Diskominfo Manggarai, Mikael Ojang, didampingi Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Matilda Herlina Irma serta tim teknis. Pendampingan diarahkan untuk memastikan pengelolaan arsip daerah beralih ke sistem digital yang lebih terintegrasi.

Dalam arahannya, Mikael menekankan bahwa penerapan Srikandi tidak hanya sebatas pergantian aplikasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih transparan. Ia menyebut pendampingan ini ditujukan agar perangkat daerah, khususnya BKPSDM, dapat mengoperasikan aplikasi Srikandi secara maksimal sehingga pengelolaan arsip menjadi lebih tertib, efisien, dan akuntabel.

Selama sesi bimbingan, tim TIK Diskominfo memberikan simulasi langsung mulai dari pengenalan fitur hingga tata cara korespondensi elektronik. Tim juga membuka diskusi interaktif untuk memetakan kendala teknis yang dihadapi aparatur dalam pelaksanaan di lapangan.

Kepala BKPSDM Kabupaten Manggarai, Maksimilianus Tarsi, menyambut positif pendampingan tersebut. Menurutnya, pemahaman yang mendalam tentang aplikasi Srikandi dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola administrasi kepegawaian. Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah jemput bola Diskominfo dan menegaskan komitmen BKPSDM untuk menerapkan sistem kearsipan digital secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap perangkat daerah semakin siap beradaptasi dengan teknologi, mempercepat birokrasi, serta memperkuat posisi daerah dalam indeks penerapan SPBE nasional.