Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun ini. Evaluasi dilakukan setelah muncul kendala teknis jaringan internet yang sempat mengganggu ujian daring pada gelombang pertama.
Gangguan koneksi membuat sejumlah siswa terlambat masuk (login) ke sistem ujian. Akibatnya, waktu pengerjaan menjadi terbatas dan berisiko menurunkan perolehan nilai peserta didik.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, membenarkan adanya kendala tersebut. Ia menyebut, kondisi pada pelaksanaan TKA SD berbeda dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dinilai berjalan tanpa hambatan teknis berarti.
“Kalau SMP, persiapan teknis tidak ada masalah. Pelaksanaan pertama gelombang satu (SD) ada sedikit kendala teknis, terutama internet. Ini menjadi bahan evaluasi kami,” kata Anggun.
Menurutnya, keterlambatan login akibat jaringan tidak stabil dapat merugikan siswa karena waktu mengerjakan soal semakin sempit. “Ketika loginnya mendekati batas waktu pengerjaan, itu jadi repot. Nilai anak bisa drop karena hanya mengerjakan sedikit soal,” ujarnya.
Meski sempat memicu kepanikan, panitia ujian di tingkat sekolah disebut segera mengambil langkah penanganan agar peserta tidak dirugikan. Anggun menambahkan, pelaksanaan pada gelombang berikutnya berjalan lebih lancar. “Gelombang dua dan tiga sudah berjalan baik,” katanya.
Disdikpora juga memastikan pelaksanaan TKA tetap memperhatikan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Dalam pelaksanaannya, terdapat peserta yang mendapat pendampingan dari guru pendamping.
Ke depan, Disdikpora Kudus menjadikan kejadian ini sebagai bahan pembenahan, terutama terkait peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi (IT) di sekolah. “Kita jadikan ini sebagai bahan evaluasi agar ke depan pelaksanaan lebih baik dan minim kendala,” pungkas Anggun.