BERITA TERKINI
Dinkes Baubau Maksimalkan Aplikasi REMILA untuk Pencegahan Stunting Sejak Remaja

Dinkes Baubau Maksimalkan Aplikasi REMILA untuk Pencegahan Stunting Sejak Remaja

Dinas Kesehatan Kota Baubau terus memprioritaskan pencegahan stunting melalui sejumlah program strategis, salah satunya dengan memaksimalkan pemanfaatan aplikasi Remaja Milenial Sehat (REMILA). Aplikasi ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Kendari.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Baubau, Djainudin Ishak, mengatakan REMILA membantu tenaga kesehatan dalam pencatatan dan pelaporan status kesehatan remaja. Data yang dihimpun kemudian menjadi dasar penyusunan kebijakan dan intervensi kesehatan remaja sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di Kota Baubau.

Djainudin menyebutkan, angka stunting di Kota Baubau secara real time pada 2025 berada di angka 12 persen, atau mengalami kenaikan 0,1 persen. Sementara itu, angka bayi dan balita dengan status gizi kurang justru mengalami penurunan.

Ia menambahkan, penggunaan aplikasi REMILA telah berjalan sejak tahun lalu. Pada tahun ini, Dinas Kesehatan kembali melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatannya.

REMILA dijelaskan sebagai media digital yang mendukung surveilans kesehatan remaja secara terintegrasi. Melalui aplikasi ini, pencatatan dan pemantauan kondisi kesehatan remaja diharapkan menjadi lebih efektif.

Menurut Djainudin, masa remaja merupakan fase krusial dalam pencegahan stunting. Faktor seperti status gizi, kesehatan reproduksi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta anemia pada remaja dinilai berpengaruh terhadap kualitas generasi mendatang.

Ia menilai aplikasi tersebut relatif mudah digunakan, namun tetap memerlukan dukungan pelatihan bagi operator, integrasi data dengan program yang sudah berjalan, serta penguatan edukasi kesehatan bagi remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat.