CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, mengungkap kebiasaan kerja dan tidur yang tidak lazim dibanding banyak pemimpin teknologi lain. Ia mengatakan tidak tidur pada malam hari seperti kebanyakan orang, melainkan tidur pada siang hari dengan durasi sekitar enam jam.
Dalam wawancara dengan Fortune, Hassabis menyebut ia berusaha tidur enam jam, tetapi dengan jadwal yang tidak biasa. Pola itu membuat rutinitas hariannya terbagi menjadi dua sesi kerja yang terpisah.
Pada sesi pertama, Hassabis menjalani aktivitas kantor seperti rapat dan urusan operasional. Setelah itu, ia pulang ke rumah untuk makan malam dan meluangkan waktu bersama keluarga.
Namun, kegiatannya belum selesai. Sekitar pukul 22.00, ia memulai sesi kerja kedua hingga pukul 04.00 dini hari. Pada rentang waktu tersebut, ia memfokuskan energi untuk berpikir, mendalami riset, serta mengerjakan tugas yang membutuhkan kreativitas tinggi.
Hassabis mengaku bukan tipe yang bekerja optimal pada pagi atau siang hari. Ia justru merasa produktivitas dan kejernihan pikirannya memuncak di tengah malam. Setelah pukul 04.00, ia beristirahat dan tidur hingga sekitar pukul 10.00, sebelum kembali beraktivitas di kantor.
Menurut Hassabis, pola hidup ini bukan hal baru. Ia telah menjalaninya hampir satu dekade, sejak pertama kali memimpin DeepMind. Google mengakuisisi DeepMind pada 2014, dan pada 2023 unit tersebut digabungkan dengan Google Brain untuk membentuk Google DeepMind. Divisi ini berada di balik pengembangan berbagai produk kecerdasan buatan Google, termasuk Gemini.
Meski demikian, Hassabis menilai kebiasaan tidurnya bukan pola yang ideal. Ia mengakui tidur enam jam berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan otak dalam jangka panjang, sementara rekomendasi umum untuk orang dewasa adalah tujuh hingga sembilan jam tidur per malam.
Kebiasaan kerja keras dengan jam tidur minim juga kerap muncul di kalangan petinggi teknologi, terutama pada fase awal membangun perusahaan. Elon Musk, CEO Tesla, pernah menyatakan tidur sekitar enam jam agar tetap bisa bekerja secara optimal. Dalam wawancara dengan Bloomberg pada 2018, Musk juga mengungkap pernah tidur di lantai pabrik Tesla saat menghadapi tekanan produksi yang berat.
Meski datang dari figur yang sukses memimpin organisasi teknologi besar, pengakuan Hassabis menegaskan bahwa pola kerja ekstrem dan minim tidur bukan sesuatu yang patut dijadikan teladan.