Ancaman siber seperti malware, trojan, ransomware, hingga phishing dapat masuk ke laptop melalui berbagai cara, termasuk dari unduhan file dan aktivitas browsing. Karena itu, penggunaan antivirus menjadi salah satu langkah perlindungan yang umum dipilih pengguna untuk membantu menjaga keamanan perangkat dan data.
Berikut rangkuman sejumlah antivirus yang kerap direkomendasikan untuk laptop, beserta fitur yang ditawarkan masing-masing.
1. Bitdefender
Bitdefender dikenal konsisten meraih skor tinggi dalam pengujian proteksi malware. Antivirus ini disebut mampu menghentikan trojan, rootkit, ransomware, dan worm. Bitdefender juga menyediakan ekstensi browser untuk membantu melindungi pengguna dari ancaman yang masuk lewat internet, dapat mengenali phishing, menandai keamanan hasil pencarian, serta menyediakan fitur firewall pribadi sebagai lapisan tambahan.
2. Kaspersky
Kaspersky menawarkan proteksi yang disebut hampir sempurna, termasuk kemampuan mendeteksi dan memblokir file unduhan berbahaya. Salah satu fitur yang menonjol adalah virtual keyboard untuk mengurangi risiko tracker dan pengintai saat pengguna mengetik informasi sensitif seperti login atau kartu kredit. Kaspersky juga dibekali fitur kontrol orang tua untuk memblokir situs tertentu.
3. Vipre
Vipre ditujukan bagi pengguna yang menginginkan antivirus ringan tanpa banyak fitur tambahan. Antivirus ini mampu mendeteksi unduhan berbahaya dan menghapusnya sebelum menginfeksi perangkat. Selain itu, Vipre dapat mengawasi email masuk untuk mendeteksi pesan mencurigakan yang berisi tautan atau dokumen berbahaya, serta dilengkapi sistem firewall untuk keamanan ganda.
4. Avast
Avast termasuk antivirus yang bisa diakses secara gratis dan menawarkan sejumlah fitur tambahan, seperti pengelola kata sandi, keamanan jaringan rumah, dan VPN. Antivirus ini juga memiliki mode gamer otomatis agar aktivitas bermain gim online tidak terganggu notifikasi berlebihan. Namun, dibanding Kaspersky dan Bitdefender, Avast disebut membutuhkan waktu lebih lama untuk menghentikan dan memusnahkan file unduhan berbahaya.
5. McAfee
McAfee disebut kembali menguat setelah beberapa tahun mengalami penurunan. Antivirus ini menawarkan proteksi malware yang dibutuhkan pengguna, serta fitur tambahan seperti penyimpanan online terenkripsi dan perlindungan akun cryptocurrency.
6. Norton
Norton bekerja sama dengan LifeLock untuk menambah perlindungan identitas. LifeLock bertugas memantau pasar gelap dan memberi peringatan jika data seperti email, tanggal lahir, atau akun online diperjualbelikan secara ilegal. Norton juga dapat menandai situs berbahaya yang terindikasi phishing dan penipuan, serta menyediakan VPN untuk membantu menyembunyikan identitas online seperti alamat IP dan lokasi.
7. Malwarebytes
Malwarebytes dirancang untuk mengarantina virus sebelum menghapusnya secara permanen. Antivirus ini juga ditujukan untuk membantu menangani malware atau virus yang terlanjur masuk dan menginfeksi sistem.
8. TotalAV
TotalAV menawarkan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan, sehingga dinilai cocok untuk pemula. Antivirus ini disebut memiliki tingkat deteksi tinggi dan mampu memindai serta menangkap 99% malware, mulai dari virus, trojan, hingga ransomware. TotalAV juga memiliki fitur proteksi internet melalui TotalAV-VPN, yang disebut dapat menjaga keamanan jaringan sekaligus mempertahankan stabilitas kecepatan internet di server.
9. Intego
Intego ditujukan bagi pengguna macOS. Berbeda dari sebagian antivirus yang lebih berfokus pada Windows, paket Intego disebut dirancang khusus untuk menjamin proteksi internet di macOS.
10. Avira Prime
Avira Prime dapat digunakan untuk membantu melindungi perangkat dari serangan malware, didukung teknologi anti-malware berlisensi. Avira juga menawarkan fitur lain di luar proteksi virus dan malware.
11. Panda Dome
Panda Dome menyediakan opsi paket gratis hingga berbayar dengan fitur lebih lengkap. Versi gratis disebut tetap menawarkan proteksi real time dari virus dan malware, serta fitur Rescue Kit dan VPN. Adapun paket berbayar tersedia dalam empat kategori, dengan harga berlangganan tahunan yang meningkat seiring kelengkapan fitur.
12. Trend Micro
Trend Micro memiliki proteksi anti-malware yang disebut mumpuni. Pemindainya dapat mendeteksi virus, trojan, ransomware, dan spyware. Pengguna juga dapat memasang ekstensi browser untuk memantau risiko keamanan dan memblokir situs berbahaya.
13. Webroot SecureAnywhere
Webroot disebut mampu melakukan pemindaian cepat, tidak lebih dari 20 detik. Fitur lainnya mencakup sistem anti-phishing yang akurat, pemantauan firewall cerdas, serta proteksi dari pencurian identitas. Webroot dapat digunakan di Windows, macOS, dan smartphone, serta mendukung penggunaan hingga lima perangkat.
14. Sophos Home
Sophos Home ditujukan bagi pengguna dengan banyak perangkat. Antivirus ini dapat melindungi hingga 10 perangkat, baik Windows maupun macOS. Sophos menawarkan perlindungan terhadap ransomware dan memiliki antarmuka sederhana yang cocok untuk pemula. Namun, Sophos disebut tidak menyediakan versi gratis jangka panjang; pengguna dapat mencoba free trial sebelum berlangganan versi berbayar untuk fitur lebih lengkap.
15. Surfshark
Selain dikenal sebagai penyedia VPN, Surfshark juga menawarkan fitur proteksi internet. Antivirus ini disebut mampu memblokir 100% ancaman dalam waktu singkat, menyediakan perlindungan real time terhadap virus, serta memiliki fitur perlindungan data pribadi untuk membantu menjaga keamanan data dari ancaman kejahatan siber.
Secara umum, ancaman virus dan malware dapat muncul kapan saja dan sulit diprediksi. Pemilihan antivirus dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, baik yang mengutamakan proteksi real time, fitur privasi seperti VPN, maupun perlindungan multi-perangkat. Sejumlah layanan antivirus juga tersedia dalam versi gratis, dengan opsi premium atau pro untuk fitur yang lebih lengkap.