BERITA TERKINI
Claude Melonjak Jadi Aplikasi Gratis Teratas di App Store AS di Tengah Sorotan Keterkaitan dengan Militer

Claude Melonjak Jadi Aplikasi Gratis Teratas di App Store AS di Tengah Sorotan Keterkaitan dengan Militer

Aplikasi Claude buatan Anthropic melonjak menjadi aplikasi gratis nomor satu di App Store Amerika Serikat pada akhir Februari 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah sorotan publik setelah laporan menyebut model kecerdasan buatan tersebut digunakan dalam lingkup militer AS dan terhubung dengan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang membawahi operasi militer AS, termasuk dalam konteks serangan ke Iran.

Berdasarkan data peringkat aplikasi, pada 30 Januari 2026 Claude masih berada di posisi ke-131 dalam kategori aplikasi gratis di wilayah AS. Sepanjang Februari, peringkatnya berfluktuasi ketika ChatGPT mendominasi daftar. Namun menjelang akhir bulan, Claude menyalip ChatGPT ke posisi kedua dan kemudian naik ke peringkat pertama. Pada periode yang sama, Gemini milik Google tercatat berada di posisi keempat.

Laporan The Wall Street Journal menyebut model AI Anthropic digunakan dalam komando militer Amerika Serikat. Claude dilaporkan terhubung dengan CENTCOM, lembaga yang mengoordinasikan operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Claude merupakan model AI yang dirancang untuk analisis data dan pemrosesan bahasa alami (natural language processing/NLP). Popularitasnya disebut meningkat seiring eksposur publik terhadap pemanfaatannya dalam lingkup pertahanan.

Di tengah perhatian tersebut, Anthropic menyatakan menolak penggunaan modelnya untuk pengawasan domestik massal maupun pengembangan senjata otonom sepenuhnya. Presiden AS Donald Trump, melalui unggahan di Truth Social, mengkritik sikap perusahaan itu.

Dalam perkembangan lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth disebut meminta agar Anthropic diberi label sebagai risiko rantai pasokan terhadap keamanan nasional. Permintaan itu bertujuan agar kontraktor pertahanan tidak menggunakan alat dari perusahaan tersebut.

Menanggapi polemik itu, CEO Anthropic Dario Amodei mengatakan perusahaannya menghormati hak pemerintah untuk memilih kontraktor, namun berharap ada pertimbangan ulang atas kontribusi teknologi mereka bagi angkatan bersenjata.

Rangkaian peristiwa ini menempatkan Claude di tengah dua dinamika sekaligus: lonjakan popularitas di pasar konsumen dan perdebatan mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam ranah militer. Isu tersebut kembali memicu diskursus tentang batas penggunaan kecerdasan buatan dalam konteks konflik geopolitik dan keamanan nasional.