Google Chrome dilaporkan mengunduh model kecerdasan buatan (AI) Gemini Nano berukuran sekitar 4 GB ke komputer pengguna tanpa pemberitahuan maupun permintaan izin terlebih dahulu. Temuan ini pertama kali diungkap peneliti privasi Alexander Hanff, yang menemukan file bernama weights.bin tersimpan di folder khusus Chrome dengan ukuran sekitar 4 GB.
Menurut Hanff, file tersebut merupakan model AI Gemini Nano versi lokal (on-device) yang digunakan Google untuk menjalankan sejumlah fitur AI di peramban Chrome. Di sistem operasi Windows 11, file itu ditemukan di direktori %LOCALAPPDATA%\Google\Chrome\User Data\OptGuideOnDeviceModel. Keberadaan file serupa juga dilaporkan ada di perangkat Mac berbasis Apple Silicon dan komputer Linux Ubuntu.
Yang menjadi sorotan adalah proses unduhan yang terjadi di latar belakang tanpa notifikasi kepada pengguna. Berdasarkan laporan, unduhan otomatis dipicu ketika fitur AI Chrome aktif, yang secara default disebut sudah dinyalakan pada Chrome versi terbaru.
Ukuran file yang mencapai 4 GB dinilai dapat membebani sebagian pengguna, terutama pemilik perangkat dengan kapasitas penyimpanan terbatas—misalnya laptop dengan penyimpanan 256 GB—atau pengguna internet dengan kuota data terbatas. Selain persoalan kapasitas, kritik juga muncul karena pengguna tidak mendapat informasi yang jelas mengenai fungsi model AI tersebut.
Chrome versi 147 diketahui menghadirkan tombol “AI Mode” di bilah alamat. Sejumlah pengguna mengira fitur ini berjalan menggunakan model Gemini Nano lokal yang sudah diunduh ke perangkat. Namun, menurut temuan Hanff, fitur AI Mode tetap mengirimkan permintaan pengguna ke server Google. Sementara itu, model Gemini Nano lokal disebut digunakan untuk fitur lain, seperti “Help me write” atau “Bantu saya menulis”.
Hanff juga menuding praktik penyimpanan model di perangkat tanpa persetujuan eksplisit berpotensi melanggar aturan privasi Uni Eropa, khususnya ePrivacy Directive.
Menanggapi hal tersebut, Google menyatakan Gemini Nano sudah tersedia di Chrome sejak 2024 sebagai model AI ringan yang berjalan langsung di perangkat. Perusahaan menyebut model ini digunakan untuk mendukung fitur keamanan seperti deteksi penipuan dan API pengembang, dengan tujuan mengurangi kebutuhan mengirim data pengguna ke layanan cloud.
Google juga mengatakan model AI tersebut akan otomatis dihapus apabila perangkat kekurangan sumber daya penyimpanan. Selain itu, perusahaan menyebut pada Februari mereka mulai meluncurkan kemampuan bagi pengguna untuk mematikan dan menghapus model melalui pengaturan Chrome. Setelah dinonaktifkan, model tidak akan lagi diunduh atau diperbarui.
Bagi pengguna yang ingin menonaktifkan fitur terkait, langkah manual dapat dilakukan lewat menu chrome://flags dengan mencari opsi “on-device optimization guide” dan mengubahnya menjadi disabled. Di Windows, pengguna juga disebut dapat memblokir unduhan secara permanen melalui pengaturan registry.