BERITA TERKINI
Cara Cek Status Bansos dan Posisi Desil DTSEN Menggunakan NIK Secara Online

Cara Cek Status Bansos dan Posisi Desil DTSEN Menggunakan NIK Secara Online

Masyarakat kini dapat mengecek status penerimaan bantuan sosial (bansos) sekaligus posisi desil dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Layanan dari Kementerian Sosial ini membantu warga memastikan apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan, serta mengetahui kategori tingkat kesejahteraan yang menjadi dasar penyaluran bansos.

Terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk pengecekan secara online, yakni melalui aplikasi Cek Bansos dan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.

1. Cek melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos

Pengguna dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi dengan langkah berikut:

• Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store (Android) atau App Store (iOS).
• Buka aplikasi dan lakukan registrasi menggunakan nomor handphone aktif.
• Verifikasi akun melalui kode OTP yang dikirim via SMS.
• Login menggunakan akun yang telah dibuat.
• Pilih menu “Cek Bansos” di dashboard.
• Masukkan NIK atau nama lengkap sesuai KTP.
• Pilih lokasi domisili (provinsi, kota, kecamatan, kelurahan).
• Tekan tombol “Cek” untuk melihat hasil.

Aplikasi ini juga menyediakan fitur pengajuan usulan sebagai calon penerima bansos bagi warga yang dinilai memenuhi kriteria.

2. Cek melalui situs cekbansos.kemensos.go.id

Pengecekan juga dapat dilakukan lewat laman resmi dengan langkah berikut:

• Buka browser di ponsel atau laptop, lalu akses https://cekbansos.kemensos.go.id/.
• Pilih provinsi domisili sesuai KTP.
• Pilih kabupaten/kota.
• Pilih kecamatan.
• Pilih desa/kelurahan.
• Masukkan nama lengkap sesuai KTP (perhatikan ejaan huruf besar dan kecil).
• Salin kode captcha yang muncul di layar.
• Klik tombol “Cari Data”. Sistem akan menampilkan informasi status penerima bantuan sosial sekaligus posisi desil.

Mengapa posisi desil DTSEN penting?

Desil merupakan pengelompokan kesejahteraan keluarga berdasarkan variabel sosial ekonomi, yang mencakup keterangan individu (seperti pekerjaan dan pendidikan), kondisi perumahan (misalnya kondisi rumah dan daya listrik), serta kepemilikan aset. Dalam DTSEN, terdapat 10 desil, masing-masing mewakili 10% keluarga di Indonesia. Desil 1 menggambarkan kelompok 10% dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 adalah 10% dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Posisi desil DTSEN menjadi salah satu acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima bansos. Secara umum, semakin rendah angka desil, semakin besar peluang seseorang memperoleh bantuan sosial. Kelompok pada desil 1 hingga desil 4 umumnya termasuk masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi prioritas penerima bantuan, sementara desil yang lebih tinggi biasanya tidak lagi menjadi sasaran utama program bansos.

Dengan mengetahui posisi desil, masyarakat dapat memahami alasan mereka menerima atau tidak menerima bantuan. Jika merasa data yang tercantum tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, warga dapat mengusulkan perbaikan data melalui perangkat desa atau kelurahan setempat.