BERITA TERKINI
Bupati Tapanuli Utara Evaluasi Layanan Internet Satelit di 12 Sekolah, Dorong Perluasan Program Bakti Komdigi

Bupati Tapanuli Utara Evaluasi Layanan Internet Satelit di 12 Sekolah, Dorong Perluasan Program Bakti Komdigi

Bupati Tapanuli Utara Jonius melakukan evaluasi layanan internet satelit Bakti Komdigi di sekolah-sekolah penerima program, Kamis (5/3/2026). Evaluasi melibatkan 12 sekolah dan dipusatkan di SD Negeri No. 173130 Sihujur, Desa Sihujur, Kecamatan Tarutung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan. Para kepala sekolah penerima program mengikuti audiensi secara daring melalui aplikasi Zoom dari sekolah masing-masing.

Dalam sambutannya, Jonius menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Bakti atas dukungan penyediaan jaringan internet di sekolah-sekolah yang sebelumnya belum memiliki akses. Ia menilai keberadaan internet membantu proses pembelajaran, terutama pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pendidikan.

“Terima kasih atas dukungan akses internet yang telah diberikan kepada sekolah-sekolah yang sebelumnya belum memiliki jaringan. Kehadiran fasilitas ini sangat membantu kegiatan belajar mengajar, terutama dalam pembelajaran berbasis teknologi informasi,” ujar Jonius.

Menurut Jonius, internet satelit menjadi langkah penting untuk memperkecil kesenjangan akses digital, khususnya bagi sekolah di wilayah terpencil. Pada kesempatan itu, ia juga meminta agar program Bakti Komdigi diperluas agar lebih banyak daerah di Tapanuli Utara dapat menikmati akses internet.

“Masih ada wilayah di Tapanuli Utara yang belum memiliki jaringan internet. Kami berharap ke depan dukungan program Bakti Komdigi dapat ditambah sehingga akses digital semakin merata,” katanya.

Ia menambahkan, perluasan jaringan internet dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital di daerah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Garoga, Lambok Dongoran, menyampaikan layanan internet dari Bakti membantu kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Ia mengatakan akses internet memungkinkan guru dan siswa memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran digital.

“Bakti Komdigi sangat membantu sekolah kami. Dengan adanya internet, kami bisa menggunakan berbagai media pembelajaran berbasis daring. Kami berharap koneksi ini tetap stabil, terutama saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga siswa tidak perlu lagi pergi ke Garoga untuk mengikuti ujian,” ujarnya.

Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, menjelaskan saat ini terdapat 44 titik layanan Bakti di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Titik layanan tersebut tersebar di sejumlah sekolah dasar, sekolah menengah pertama, serta kantor desa di berbagai kecamatan.

Menurut Fadhilah, program Bakti merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di seluruh Indonesia memperoleh akses internet dan layanan digital secara merata, termasuk di wilayah terpencil.

Dengan dukungan jaringan tersebut, proses pembelajaran di sekolah-sekolah terpencil diharapkan berjalan lebih efektif sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas bagi para siswa.