Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengungkapkan sekitar 3.000 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes diduga menggunakan aplikasi absensi fiktif. Jumlah itu berasal dari total 17.800 ASN, dengan pengguna terbanyak disebut berasal dari kalangan guru dan tenaga kesehatan, termasuk beberapa pejabat.
“Hasil temuan sementara ada 3.000 ASN pengguna. Ada nakes dan juga beberapa pejabat. Paling banyak guru dan nakes,” kata Paramitha di KPT Brebes, Sabtu, 2 Mei 2025.
Temuan tersebut, menurut Paramitha, terungkap setelah Pemkab mematikan server aplikasi absensi resmi selama dua hari. Saat server resmi dimatikan, sistem masih mencatat adanya absensi masuk.
“Kami matikan aplikasi resmi, dan ternyata masih ada absensi masuk. Dari situ kami kantongi nama-nama ASN pengguna aplikasi ilegal,” ujarnya.
Pemkab Brebes, lanjut Paramitha, akan segera menggelar rapat untuk menentukan langkah dan menjatuhkan sanksi tegas. Selain itu, rekening penjual aplikasi absensi fiktif telah dilaporkan ke Polres Brebes untuk ditindaklanjuti.
Paramitha menilai praktik tersebut sebagai bentuk korupsi karena memungkinkan ASN tetap memperoleh tunjangan penuh meski tidak masuk kerja. “Mereka tidak berangkat, jam kerja seenaknya, tetapi tunjangan dihitung penuh. Itu korupsi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kasus ini sebagai indikasi lemahnya keamanan siber. Pemkab Brebes disebut akan meningkatkan keamanan server serta melakukan pembaruan aplikasi secara berkala.
“Kami sudah mengantongi nama dan nomor rekening penjual aplikasi, dan saat ini tengah dilakukan penelusuran oleh kepolisian,” tambahnya.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan dugaan praktik kecurangan absensi di lingkungan Pemkab Brebes. Modus yang mencuat, oknum ASN diduga dapat melakukan absensi dari jarak jauh tanpa hadir di kantor dengan membayar biaya “langganan” sebesar Rp250 ribu per tahun. Setelah isu tersebut viral, Pemkab Brebes melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah unit kerja dan menemukan sejumlah tenaga pendidik hingga tenaga kesehatan yang memanfaatkan celah sistem absensi untuk mengakali kehadiran fisik.