Biznet memulai pembangunan proyek kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2) sebagai upaya memperkuat konektivitas digital antarwilayah di Indonesia. Proyek ini dimulai pada Kamis, 9 April 2026, dan ditargetkan menghubungkan pulau-pulau strategis dalam dua tahun ke depan.
Melalui BNCS-2, Biznet memperluas jaringan infrastruktur digital dari Jawa menuju Kalimantan, Sulawesi, dan Madura. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas internet nasional seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital di masyarakat.
Senior Manager Marketing Biznet, M Adrianto Sulistyo, mengatakan jaringan kabel bawah laut Biznet sebelumnya telah menghubungkan Jawa, Sumatera, dan Bangka. Ia menyebut BNCS-2 sebagai kelanjutan proyek yang dinilai penting untuk memperkuat fondasi konektivitas nasional.
“Proyek baru ini menjadi penting untuk memperkuat jaringan infrastruktur digital secara nasional,” kata Adrianto pada Kamis sore, 9 April 2026, di Surabaya.
Adrianto juga menyoroti tantangan dalam pembangunan kabel bawah laut, terutama pada proses perizinan yang memerlukan koordinasi lintas kementerian. Menurutnya, aspek keamanan jalur pemasangan kabel di area pelayaran menjadi salah satu perhatian utama.
Ia menambahkan, pemerintah telah mengatur titik-titik pendaratan kabel agar tidak mengganggu jalur laut maupun aktivitas logistik nasional. “Posisi peletakan wilayah ini sudah diatur oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Untuk Jawa Timur, ia mencontohkan titik pendaratan kabel tidak dapat ditempatkan di Surabaya. Infrastruktur utama, menurutnya, harus ditempatkan di Gresik sesuai pengaturan pemerintah pusat.