BERITA TERKINI
Aplikasi SABAR Boltara Dipuji BPK, Bupati Sirajudin Singgung Inovasi Warisan Pemerintahan Sebelumnya

Aplikasi SABAR Boltara Dipuji BPK, Bupati Sirajudin Singgung Inovasi Warisan Pemerintahan Sebelumnya

Aplikasi Sistem Administrasi Berbasis Aplikasi Terintegrasi (SABAR) yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mendapat apresiasi dari tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara.

Apresiasi itu disampaikan Bupati Boltara Sirajudin Lasena dalam sambutannya pada agenda pelantikan pejabat di Lantai III Kantor Bupati, Selasa (5/5/2026). Menurut Sirajudin, SABAR dinilai menjadi aplikasi pendamping Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang informatif dan membantu proses audit.

“Aplikasi SABAR ini mendapat apresiasi dari BPK. Bahkan, ini satu-satunya pemerintah daerah di Sulawesi Utara yang memiliki aplikasi pendamping dari SIPD yang informatif dan sangat membantu proses audit,” ujar Sirajudin.

Ia mengatakan, kelengkapan data dan informasi pada SABAR memudahkan auditor dalam melakukan pemeriksaan keuangan daerah. Selain itu, sistem tersebut juga dinilai mendukung transparansi, khususnya dalam pengelolaan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga mendapat penilaian positif dari tim pemeriksa.

Dalam kesempatan itu, Sirajudin turut menyinggung bahwa aplikasi tersebut merupakan peninggalan dari pemerintahan sebelumnya. “Itu dibuat di zaman siapa? Padahal itu adalah peninggalan sebelumnya,” katanya.

Sirajudin juga mengkritik pola pikir sebagian aparatur yang dinilai masih berada di zona nyaman dan kurang berani melakukan terobosan. Ia menilai ada aparatur yang merasa kondisi sudah aman karena hubungan dengan pimpinan baik dan program berjalan, namun tidak berupaya melakukan inovasi.

Selain itu, ia menyampaikan masih ditemukannya hal-hal di lapangan yang dinilai tidak logis, terutama terkait penggunaan anggaran. “Kita masih menemukan hal-hal yang tidak masuk akal. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Melalui pelantikan pejabat tersebut, Sirajudin berharap para pejabat yang baru dilantik dapat mengubah pola pikir dan tidak terpaku pada kebiasaan lama. “Lakukan pembaruan, pembaruan, dan pembaruan. Jangan biarkan pikiran kita terkunci. Daerah ini butuh inovasi dan keberanian untuk berubah,” tandasnya.