BERITA TERKINI
Aplikasi Kewarganegaraan Digital Perluas Interaksi Publik dan Perkecil Kesenjangan Informasi

Aplikasi Kewarganegaraan Digital Perluas Interaksi Publik dan Perkecil Kesenjangan Informasi

Implementasi Proyek 06 dalam periode terakhir dilaporkan membawa sejumlah dampak positif bagi kementerian, sektor, dan daerah, terutama dalam pembangunan infrastruktur data, pengembangan layanan publik daring, serta mendorong terbentuknya warga digital. Salah satu pelajaran yang ditekankan adalah pentingnya menempatkan warga dan pelaku usaha sebagai pusat, dengan layanan digital yang dirancang sederhana, nyaman, mudah digunakan, dan memberi manfaat praktis.

Data Kementerian Keamanan Publik menunjukkan, puluhan juta akun identitas elektronik telah diterbitkan secara nasional melalui platform VNeID. Platform ini menyediakan lebih dari 50 utilitas untuk berbagai kebutuhan, termasuk administrasi publik, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan transportasi. Sistem tersebut juga mencatat rata-rata jutaan kunjungan setiap hari, yang mengindikasikan peningkatan minat dan penggunaan oleh masyarakat.

Selain platform identitas elektronik nasional, sejumlah daerah mengembangkan aplikasi warga digital masing-masing, seperti Hue-S, iHanoi, dan Danang Smart City. Aplikasi ini menyediakan informasi terkait kebijakan, layanan, dan kondisi sosial ekonomi, sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan umpan balik dan saran, mencari informasi, serta memantau perkembangan pengajuan layanan secara daring.

Upaya mendekatkan layanan digital kepada masyarakat dinilai berkontribusi mengurangi “kemiskinan informasi”, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. Integrasi dokumen pribadi dan layanan penting ke dalam platform digital juga disebut membantu menekan waktu, biaya, dan prosedur administratif, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas layanan instansi pemerintah.

Penerapan utilitas digital berbasis identifikasi elektronik turut diperluas ke sejumlah bidang strategis. Dalam persiapan pemilihan perwakilan Dewan Rakyat di semua tingkatan untuk periode 2026–2031, perangkat lunak manajemen pemilih berbasis data populasi telah digunakan di sebagian besar daerah. Sistem ini memungkinkan pembaruan informasi pemilih, mendukung pendaftaran perubahan tempat pemungutan suara, serta memudahkan pencarian informasi terkait pemilihan.

Menindaklanjuti arahan Komite Pengarah Pemerintah Bidang Sains, Teknologi, Inovasi, dan Transformasi Digital, kementerian, sektor, dan daerah pada periode mendatang akan melanjutkan penguatan ekosistem digital untuk pelayanan publik. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mendorong popularisasi keterampilan digital melalui “Platform Literasi Digital” nasional.

Daerah diminta memanfaatkan kegiatan tim teknologi digital masyarakat secara efektif, memperkuat pelatihan keterampilan digital dasar bagi warga dan pekerja, serta berkontribusi pada pembentukan masyarakat digital yang menyeluruh.

Perluasan saluran interaksi digital dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan negara, tetapi juga membuka peluang bagi warga untuk berpartisipasi lebih dalam dalam pembangunan pemerintahan digital, dengan tujuan pelayanan yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih efektif di era digital.