Tingkat penetrasi internet di Indonesia pada 2025 menunjukkan peningkatan di berbagai daerah. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat 10 provinsi dengan tingkat akses internet tertinggi, yang umumnya didominasi wilayah perkotaan serta daerah dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata yang kuat.
DKI Jakarta menempati peringkat pertama dengan penetrasi internet mencapai 91,35 persen. Capaian ini menegaskan posisi ibu kota sebagai pusat konektivitas digital nasional, didukung infrastruktur teknologi yang dinilai lebih matang dibanding sejumlah wilayah lain.
Di posisi kedua, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat penetrasi 91,18 persen, disusul Bali sebesar 90,59 persen. Tingginya akses internet di kedua provinsi tersebut dikaitkan dengan kebutuhan konektivitas di sektor pendidikan, pariwisata, serta industri kreatif.
Sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa juga masuk daftar 10 besar. Kalimantan Tengah berada di peringkat keempat dengan 89,57 persen, diikuti Bengkulu 88,51 persen dan Kalimantan Timur 88,33 persen. APJII menilai capaian ini mencerminkan pembangunan infrastruktur digital yang mulai lebih merata di luar wilayah barat Indonesia.
Adapun provinsi lain yang melengkapi 10 besar adalah Jambi dengan 87,71 persen, Jawa Barat 86,52 persen, Banten 84,99 persen, dan Jawa Tengah 82,57 persen.
Menurut APJII, tingginya penetrasi internet di berbagai provinsi tersebut menjadi indikator penting untuk mendorong transformasi digital nasional. Peningkatan akses internet dinilai berperan dalam memperkuat ekonomi digital sekaligus memperluas layanan pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan berbasis digital.