BERITA TERKINI
Akses Internet Stabil Dorong Pariwisata dan Ekonomi Desa Jeruk Manis Lombok Timur

Akses Internet Stabil Dorong Pariwisata dan Ekonomi Desa Jeruk Manis Lombok Timur

Desa Jeruk Manis di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengalami perubahan signifikan setelah hadirnya akses internet stabil melalui Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia. Desa yang berada di kaki Gunung Rinjani ini kini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga mulai tumbuh sebagai destinasi wisata digital yang kian ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selama ini, Jeruk Manis memiliki potensi wisata alam yang kuat. Tiga air terjun utama—Air Terjun Jeruk Manis, Tibu Bunter, dan Durian Indah—menjadi daya tarik utama. Selain itu, desa ini juga menawarkan hamparan sawah bertingkat, kawasan hutan monyet (Monkey Forest), serta kehidupan masyarakat pedesaan yang masih alami, yang memberi pengalaman wisata beragam bagi pengunjung.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan wisata sempat terkendala keterbatasan akses internet. Jaringan yang tidak stabil membuat promosi wisata sulit dilakukan. Dampaknya, jumlah kunjungan belum maksimal dan manfaat ekonomi lebih banyak dirasakan oleh desa-desa sekitar.

Perubahan mulai terasa sekitar delapan bulan lalu, ketika pemerintah menghadirkan infrastruktur konektivitas melalui Program Kampung Internet sebagai bagian dari upaya pemerataan akses digital hingga wilayah pedesaan dan terpencil. Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, menyebut kondisi sebelumnya bahkan menyulitkan akses jaringan telepon.

“Dulunya itu jangankan internet, jaringan telepon saja sulit. Sekarang masyarakat bisa beraktivitas lebih maksimal, termasuk dalam pelayanan desa dan kegiatan ekonomi,” ujar Nasipudin.

Setelah jaringan internet tersedia, sekitar 70 titik akses dibangun dan tersebar di empat dusun. Infrastruktur tersebut dimanfaatkan masyarakat, pelaku UMKM, hingga pengelola penginapan untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya. Jika sebelumnya wisatawan cenderung singgah sebentar, kini lebih banyak yang memilih menginap lebih lama. Wisatawan mancanegara pun mulai menjadikan Jeruk Manis sebagai tujuan work from anywhere (WFA) karena ketersediaan internet yang stabil.

Saat ini, terdapat sekitar 50 penginapan yang dikelola warga desa. Tingkat hunian dilaporkan meningkat tajam, terutama pada musim liburan wisatawan Eropa yang umumnya berlangsung pada Juli hingga September. Wisatawan dari Prancis, Jerman, dan Inggris menjadi kelompok dominan yang berkunjung.