BERITA TERKINI
38 Desa di Kaltim Belum Terjangkau Program Internet Gratis karena Ketiadaan Listrik

38 Desa di Kaltim Belum Terjangkau Program Internet Gratis karena Ketiadaan Listrik

SAMARINDA — Program internet desa gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) hampir memenuhi target. Namun, masih ada puluhan desa yang belum bisa terlayani karena kendala infrastruktur dasar, terutama pasokan listrik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, dari target 841 desa penerima layanan internet gratis, sebanyak 803 desa telah dipasangi jaringan. Sementara itu, 38 desa lainnya belum dapat dijangkau karena belum memiliki listrik.

Faisal menjelaskan, hambatan utama program digitalisasi desa saat ini bukan lagi persoalan sinyal atau teknologi, melainkan ketersediaan sumber daya listrik agar perangkat internet dapat beroperasi. Pernyataan itu ia sampaikan usai jumpa pers di Ruang WIEK Diskominfo, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan skema konektivitas berbasis satelit untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan fiber optik maupun radio wireless. Namun, teknologi tersebut tetap membutuhkan dukungan listrik. “Kalau satelitnya ada tapi listriknya tidak ada, ya tetap tidak bisa jalan,” kata Faisal.

Kondisi ini menyoroti kesenjangan infrastruktur dasar antarwilayah. Di satu sisi, pemerintah mendorong percepatan digitalisasi layanan publik hingga tingkat desa. Di sisi lain, masih ada kawasan yang belum menikmati pasokan listrik yang memadai, sehingga tidak dapat memanfaatkan fasilitas internet yang disiapkan.

Situasi tersebut menjadi perhatian di tengah posisi Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat agenda transformasi digital dan pembangunan kota pintar terus didorong, sebagian desa masih menghadapi keterbatasan energi yang membuat perangkat internet tidak dapat digunakan.

Faisal menegaskan, pemerintah daerah tetap berupaya mencari solusi agar seluruh desa dapat terkoneksi secara bertahap. Namun, ia mengakui pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama terkait penyediaan listrik.

“Ini memang PR besar kita bersama. Karena internet sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, sampai ekonomi desa,” ujarnya.

Program internet desa gratis merupakan salah satu prioritas Pemprov Kaltim untuk memperluas akses digital hingga wilayah pelosok. Jaringan internet tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan administrasi, sekolah, fasilitas kesehatan, serta pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Faisal menambahkan, target pemerintah tetap mengupayakan seluruh desa terkoneksi, meski tantangan di sejumlah wilayah lebih berat dibanding daerah lain. “Target kita tetap semua desa terkoneksi. Tapi memang ada wilayah yang tantangannya jauh lebih berat dibanding daerah lain,” katanya.