Sebanyak 28 desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan masih mengalami blank spot atau belum memiliki akses sinyal telekomunikasi yang memadai. Informasi tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait kepada Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria.
Nezar mengatakan laporan itu diterimanya saat sarapan bersama Bupati Jember, sebelum menghadiri peluncuran Festival Egrang 2026 di Kecamatan Ledokombo, Sabtu (9/5/2026). “Betul tadi pagi, dalam sarapan pagi bersama dengan Pak Bupati, kami mendapatkan laporan ada 28 desa yang blank spot di Jember. Ini kami koordinasikan untuk asesmen dan evaluasi,” kata Nezar.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan akan melakukan pemetaan serta asesmen terhadap wilayah yang belum terjangkau sinyal. Nezar menjelaskan, bila lokasi-lokasi tersebut tidak termasuk kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), pemerintah akan berkoordinasi dengan operator seluler untuk memperluas jaringan telekomunikasi.
Menurut Nezar, akses internet menjadi kebutuhan penting, terutama untuk mendukung sektor pendidikan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat di wilayah blank spot, termasuk pelajar, dapat memperoleh layanan jaringan yang layak. “Karena di daerah-daerah tersebut, ada lembaga pendidikan, ada anak-anak yang membutuhkan. Komdigi mendukung penuh perbaikan infrastruktur untuk memenuhi jaringan di titik kosong ini. Jangan sampai anak-anak kita kesulitan jaringan internet,” ujarnya.
Untuk mempercepat pemerataan akses telekomunikasi, Komdigi menyiapkan penguatan jaringan melalui berbagai infrastruktur, mulai dari pembangunan BTS (Base Transceiver Station), pemanfaatan fiber optic, hingga layanan satelit. Langkah perbaikan disebut akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan operator seluler serta optimalisasi infrastruktur yang tersedia.
Nezar juga memaparkan capaian jaringan telekomunikasi secara nasional. Ia menyebut sekitar 97 persen wilayah berpenghuni di Indonesia telah terkoneksi jaringan internet 4G. Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum mendapatkan layanan telekomunikasi secara optimal.
Selain penguatan jaringan 4G, Komdigi menargetkan perluasan layanan 5G dalam beberapa tahun ke depan. Nezar menyampaikan target agar setidaknya 50 persen wilayah berpenghuni di Indonesia dapat terlayani jaringan 5G dalam tiga tahun mendatang.