BERITA TERKINI
Wi-Fi di Camping Ground Kendari Tak Berfungsi, Pembayaran Tiket Kembali Tunai

Wi-Fi di Camping Ground Kendari Tak Berfungsi, Pembayaran Tiket Kembali Tunai

KENDARI — Fasilitas internet di kawasan wisata Camping Ground Kendari atau Kebun Raya Kendari dilaporkan tidak lagi dapat diakses pengunjung. Padahal, Wi-Fi gratis sebelumnya menjadi salah satu penunjang kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung pembayaran tiket masuk secara digital.

Terputusnya jaringan internet membuat transaksi non-tunai menggunakan QRIS tidak dapat dilakukan. Petugas di pintu masuk pun meminta pengunjung membayar tiket secara tunai.

“Maaf tidak ada internet, bayar pakai cash,” kata petugas kepada pengunjung pada Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan informasi di lapangan, layanan internet berbasis satelit tersebut diduga tidak aktif karena biaya langganan belum dibayarkan oleh pengelola. Kondisi itu disampaikan petugas kepada pengunjung saat tiba di lokasi.

Fasilitas internet satelit Starlink di kawasan tersebut diketahui belum genap setahun diluncurkan. Layanan itu sebelumnya dihadirkan melalui program kemitraan dengan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari, sebagai bagian dari upaya mendorong digitalisasi sektor pariwisata.

Salah seorang pengunjung, Mega, mengaku kecewa karena akses internet yang sebelumnya tersedia kini tidak berfungsi. Ia mengatakan jaringan seluler dari penyedia layanan telekomunikasi juga sulit digunakan di area itu.

“Di sini kan jaringan provider biasa tidak bisa tembus. Internet blank. Saya pikir tadi sudah ada Wi-Fi, ternyata mati mi juga. Mestinya disediakan, apalagi tadi bayar karcis katanya tidak ada jaringan,” ujarnya.

Camping Ground Kendari berlokasi di Nanga-Nanga, tepatnya di Jalan Kebun Raya Nanga-Nanga, Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia. Kawasan seluas sekitar 113 hektare ini dikelola sebagai ruang terbuka hijau sekaligus lokasi ekowisata di kawasan hutan Nanga-Nanga.

Fasilitas internet berbasis satelit mulai dihadirkan sejak September 2025 untuk mendukung implementasi pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tiket masuk kawasan wisata.

Kepala UPTD Kebun Raya Kendari, Irawan, sebelumnya menyampaikan bahwa penggunaan QRIS ditujukan untuk menggantikan sistem pembayaran konvensional berbasis uang tunai, meski karcis tetap diberikan sebagai bukti masuk.

“Penggunaan QRIS untuk tiket masuk sudah berlaku. Tapi kami tetap berikan karcis sebagai bukti. Jadi QRIS ini hanya menggantikan uang tunai,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (4/9/2025).

Adapun harga tiket masuk Kebun Raya Kendari per akhir Agustus 2025 tercatat Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Biaya parkir dikenakan Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Kawasan wisata ini beroperasi setiap hari pukul 07.00 hingga 17.30 WITA, serta menyediakan sejumlah fasilitas rekreasi seperti area camping dan kolam renang alami ramah anak.

Meski sempat didorong sebagai kawasan wisata berbasis digital, berhentinya layanan internet kini menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan transaksi non-tunai di lokasi tersebut.