Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan dalam proses belajar mengajar di kelas. Namun, pemanfaatannya dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kecakapan digital serta etika berinteraksi di ruang digital, baik oleh guru maupun siswa.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Netti Lastiningsih, dalam webinar literasi digital segmen pendidikan bertema “Pemanfaatan Internet untuk Penyebaran Konten Positif”. Kegiatan ini digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (6/3).
Netti mengingatkan peserta agar tidak langsung mempercayai informasi atau konten yang ditemukan di internet. Ia menekankan pentingnya meneliti dan memeriksa kembali informasi, serta berdiskusi dengan guru saat mengakses konten. Ia juga mengimbau agar tidak sembarangan mengklik tautan.
Menurut Netti, kreativitas dalam mengakses internet dapat menjadi penolak masuknya konten negatif yang semakin banyak di ruang digital. Ia mendorong pemanfaatan internet untuk mengakses dan menyebarkan konten positif, seperti pengetahuan, seni, budaya, dan agama, sebagai upaya membentengi anak dan remaja dari paparan konten negatif.
Webinar menghadirkan tiga narasumber, yakni Netti Lastiningsih, CEO Raelikha Craft and Gallery Isna Noviningtyas, serta Kepala Program Studi Ekonomi Syariah STAIM Tulungagung Mei Santi. Diskusi dipandu moderator Dodo Dondi.
Kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan guru dan siswa yang mengikuti secara nonton bareng di ruang kelas di lebih dari 20 SMP negeri dan swasta, serta Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah sekolah yang disebut ikut serta antara lain SMPN 1 Tulangan, SMPN 1 Tanggulangin, MTsN Sidoarjo, SMP Wahid Hasyim, dan SMP 5 Hang Tuah Sidoarjo.
Dari perspektif keamanan digital, Mei Santi menyampaikan bahwa konten positif dapat dimanfaatkan untuk menginspirasi siswa dan santri agar berkarya serta belajar dengan lebih baik. Ia menyinggung penggunaan berbagai aplikasi digital, seperti pembuat video dan aplikasi pembuatan konten lainnya, untuk menghadirkan narasi atau gambar yang menarik. Menurutnya, kecakapan digital yang semakin mumpuni juga dapat menjadi penangkal hoaks dan ancaman konten negatif.
Isna Noviningtyas menambahkan pentingnya menjaga keamanan akun dan data pribadi saat berinteraksi di ruang digital. Ia menyarankan penggunaan kata sandi yang diganti secara berkala, serta mempertimbangkan autentikasi dua faktor dengan kombinasi huruf dan angka, yang dapat ditambah verifikasi wajah atau sidik jari. Menurutnya, langkah tersebut tidak menjamin keamanan sepenuhnya, tetapi dapat membuat akun dan data pribadi tidak mudah dibobol.
Webinar literasi digital untuk segmen pendidikan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang digelar sejak 2017. Program #literasidigitalkominfo untuk mewujudkan Indonesia yang #MakinCakapDigital disebut mulai bergulir pada Februari 2024.
Program ini berkolaborasi dengan Siber Kreasi serta 142 mitra jejaring, termasuk akademisi, perusahaan teknologi, dan organisasi masyarakat sipil. Tujuannya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.
Hingga akhir 2023, tercatat 24,6 juta orang telah mengikuti program tersebut. Kemenkominfo menargetkan kegiatan ini dapat meningkatkan literasi digital hingga menjangkau 50 juta warga masyarakat Indonesia sampai akhir 2024.