Warga Kota Malang, Arya Dega, mengembangkan sistem notifikasi gempa yang tetap dapat menyebarkan informasi meski tanpa internet maupun jaringan seluler. Sistem bernama MeshNode WRS (Warning Relay System) itu dikembangkan bersama komunitas yang ia dirikan, MeshNode Indonesia.
Arya menjelaskan, MeshNode WRS disiapkan sebagai jalur alternatif distribusi informasi kebencanaan ketika akses komunikasi konvensional terganggu atau dalam situasi darurat. Ia menekankan bahwa sistem tersebut bukan peringatan dini gempa.
“Sistem ini bukan peringatan dini gempa. Informasi dikirim setelah data resmi dirilis oleh BMKG. Fokus kami adalah memastikan informasi tetap bisa diterima meskipun jaringan internet atau seluler terganggu,” kata Arya, Senin (5/5/2026).
Menurutnya, MeshNode WRS bekerja dengan mengambil data gempa resmi dari BMKG, lalu meneruskannya kepada pengguna melalui jaringan mesh berbasis Meshtastic. Teknologi jaringan mesh memungkinkan informasi bergerak dari perangkat ke perangkat (device-to-device) tanpa bergantung pada BTS maupun operator telekomunikasi.
Dengan mekanisme tersebut, selama masih ada node yang aktif, informasi tetap dapat diteruskan meski tanpa koneksi internet. Keunggulan ini membuat MeshNode WRS dinilai relevan digunakan saat bencana alam, terutama ketika akses komunikasi konvensional mengalami kendala.
Selain memuat informasi gempa, sistem ini juga dapat menyertakan keterangan potensi tsunami berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG.
Pengembangan MeshNode WRS melibatkan kolaborasi lintas daerah. Sejumlah pengembang yang disebut terlibat antara lain Indra Lesmana dari Bandung, Budi Kurniawan dari Padang, dan Yoga Sakti dari Klaten. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan distribusi data berbasis mesh yang dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh komunitas.
MeshNode Indonesia juga membuka partisipasi publik bagi siapa pun yang ingin ikut mengembangkan maupun menggunakan sistem ini. Diskusi teknis dan panduan penggunaan dapat diakses melalui forum Discord “Ruang Diskusi Bersama”, khususnya pada kanal #server-mqtt-map. Komunitas ini juga memperbarui informasi pengembangan proyek melalui akun Instagram @meshnodeid.
Sebagai komunitas yang berfokus pada pengembangan jaringan komunikasi masa depan berbasis teknologi terbuka, MeshNode Indonesia menilai sistem alternatif seperti ini penting untuk memperkuat ketahanan komunikasi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.
“Dengan hadirnya MeshNode WRS, kami berharap informasi kebencanaan tetap dapat dijangkau masyarakat luas, meski dalam kondisi darurat,” ujar Arya.