Warga Malang, Arya Dega, mengembangkan inovasi telekomunikasi berupa sistem notifikasi bencana bernama MeshNode Warning Relay System (MeshNode WRS). Sistem ini memanfaatkan jaringan mesh sehingga informasi kebencanaan tetap dapat disebarkan meski tidak ada internet maupun jaringan seluler.
Arya menjelaskan, MeshNode WRS dirancang sebagai jalur alternatif distribusi informasi kebencanaan ketika akses komunikasi konvensional mengalami gangguan atau dalam situasi darurat. Informasi yang disebarkan dikirim setelah data resmi dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Informasi dikirim setelah data resmi dirilis oleh BMKG. Fokus kami adalah memastikan informasi tetap bisa diterima meski jaringan internet atau seluler terganggu,” kata Arya pada Rabu, 6 Mei 2026.
Sistem ini bekerja dengan mengambil data gempa resmi dari BMKG, lalu meneruskan informasi tersebut kepada pengguna melalui jaringan mesh berbasis Meshtastic. Dengan teknologi jaringan mesh, informasi dapat berpindah dari perangkat ke perangkat tanpa bergantung pada antena BTS maupun operator telekomunikasi. Selama perangkat masih aktif, informasi dapat terus diteruskan meski tidak ada koneksi internet.
Selain memuat informasi gempa, MeshNode WRS juga dapat menyertakan potensi tsunami berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG. Keunggulan tersebut membuat sistem ini dinilai relevan digunakan saat terjadi bencana atau ketika komunikasi konvensional terkendala.
Arya menyebut pengembangan perangkat ini melibatkan kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya Indra Lesmana dari Bandung, Budi Kurniawan dari Padang, dan Yoga Sakti dari Klaten. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan distribusi data berbasis mesh yang dapat dimanfaatkan secara terbuka.
Melalui komunitas yang didirikannya, MeshNode Indonesia, Arya juga membuka partisipasi publik bagi siapa pun yang ingin ikut mengembangkan maupun menggunakan sistem tersebut. Ia menilai, sistem komunikasi alternatif berbasis teknologi terbuka penting untuk memperkuat keberlangsungan komunikasi masyarakat, terutama saat kondisi darurat.
“Dengan hadirnya MeshNode WRS ini, kami berharap informasi atau notifikasi kebencanaan tetap dapat dijangkau masyarakat luas meski dalam kondisi darurat,” ujarnya.