Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia masih menghadapi kesenjangan akses internet. Ia menyebut ketimpangan tersebut terlihat antara kota-kota besar dan daerah pelosok yang masih sulit mendapatkan koneksi internet.
Menurut Nezar, upaya mengatasi masalah ini menuntut pengembangan infrastruktur yang cepat dan terarah. Ia menilai kesenjangan akses perlu dijawab melalui lompatan strategis dalam konektivitas digital.
Meski demikian, Nezar menegaskan konektivitas bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan penguatan konektivitas digital harus diposisikan sebagai pendorong munculnya inovasi serta mempercepat pemerataan akses internet.
“Kesenjangan ini menggarisbawahi pentingnya lompatan strategis dalam konektivitas digital. Ini menandakan pemahaman kolektif kita bahwa konektivitas yang lebih kuat bukanlah tujuan akhir, melainkan katalisator yang ampuh untuk inovasi,” kata Nezar dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Nezar juga mencontohkan kesenjangan akses internet pada sarana dan prasarana pendidikan di daerah. Ia menyebut ketimpangan terlihat antar sekolah, terutama yang berada di wilayah terpencil.
“Sebagai contoh, hanya separuh desa kita yang dilengkapi dengan titik distribusi fiber optik. Dan hanya sejumlah kecil sekolah di daerah terpencil, yang mendapat manfaat dari koneksi internet berkecepatan tinggi,” ujarnya.
Di sisi lain, Nezar mengakui perluasan infrastruktur digital saat ini telah menunjukkan peningkatan kualitas layanan akses secara nasional. Ia menyebut penggunaan internet di Indonesia meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Negara kita telah menyaksikan peningkatan signifikan dalam penggunaan internet. Mencapai 80 persen dari populasi pada tahun 2025, naik dari 54 persen pada tahun 2020,” imbuhnya.